![]() |
| MUSCAB IV HPI Sikka berlangsung khidmat dan resmi dibuka Kadis Pariwisata untuk memperkuat jejaring dan kapasitas pramuwisata di Kabupaten Sikka |
Maumere, NTT — MUSCAB IV HPI Sikka berlangsung khidmat dan mencuri perhatian insan pariwisata daerah. Musyawarah Cabang (MUSCAB) IV Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Sikka sukses digelar pada Sabtu, 29 November 2025 di Aula Lepo Tegang Paulus H. Janssen, CM – Susteran Alma Wairklau. Kegiatan ini menghadirkan berbagai elemen penting organisasi maupun pemerintah daerah, serta menjadi momentum strategis penguatan jejaring pramuwisata dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
Turut hadir dalam agenda penting ini Ketua DPD HPI NTT, Viktor Pance, bersama jajaran pengurus dan anggota HPI dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sikka. Kehadiran para pelaku pramuwisata lintas wilayah menjadi sinyal kuat bahwa konsolidasi organisasi semakin solid di tengah perkembangan pariwisata Flores dan NTT.
Pembukaan MUSCAB IV dilakukan secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, Ferdinand E. Edomeko, S.Fil, yang hadir sebagai Pembina DPC HPI Sikka. Dalam sambutannya, Ferdinand mengingatkan bahwa peran pemandu wisata tidak dapat dipandang sebelah mata dalam proses pembangunan pariwisata.
Menurut Ferdinand, pramuwisata memiliki posisi strategis sebagai “wajah depan” destinasi daerah. Ia menekankan pentingnya peningkatan profesionalitas, solidaritas, etos kerja dan kompetensi para pemandu wisata, terutama di tengah persaingan destinasi dan tingginya dinamika sektor pariwisata di Kabupaten Sikka.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Formatur MUSCAB DPC HPI Sikka, Silvester Sila Kedang, menyampaikan laporan anggaran kegiatan secara transparan kepada seluruh peserta. Laporan ini mencakup penggunaan dana, rincian pengeluaran, serta pertanggungjawaban panitia pelaksana.
Silvester menegaskan bahwa pelaksanaan MUSCAB IV HPI Sikka mengedepankan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan demi menjaga kepercayaan anggota serta menjaga marwah organisasi. Sikap tersebut diapresiasi oleh peserta sebagai contoh profesionalitas organisasi HPI di tingkat kabupaten.
Usai pembukaan resmi, agenda dilanjutkan dengan sidang pleno, pemaparan program kerja, diskusi masa depan organisasi, serta penyusunan strategi penguatan kapasitas pramuwisata Sikka untuk menghadapi tantangan sektor pariwisata yang semakin kompetitif. Fokus peningkatan sertifikasi, kualitas layanan, dan identitas pemandu wisata berbasis budaya lokal turut menjadi isu penting dalam forum.
MUSCAB IV HPI Sikka menjadi tonggak penguatan SDM pramuwisata untuk mendukung kemajuan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Sikka.
