![]() |
| Festival Kopi Kupang dibuka Sekda Jefri Pelt. Pemkot tegaskan kolaborasi jadi kunci penguatan UMKM dan industri kopi lokal. |
Kota Kupang, NTT— Pemerintah Kota Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan UMKM dan IKM lokal, khususnya sektor kopi, melalui Festival Kopi Kota Kupang yang digelar di Taman Nostalgia, Kota Kupang, Senin (15/12), dengan mengusung tema “Kopi dalam Kolaborasi untuk Kota Kupang”. Tema ini mencerminkan semangat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis kopi.
Mewakili Wali Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jefri Pelt secara resmi membuka kegiatan tersebut. Sekda hadir didampingi Plt Asisten I Ignasius Lega, Asisten II, Asisten III Yanuar Daly, Kepala Badan Keuangan Daerah Jimi Tunliu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Ernest Ludji, serta Kepala Dinas Perindustrian Alfred Lakabela. Kehadiran jajaran pimpinan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan IKM kopi.
Dalam sambutannya, Sekda Jefri Pelt menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Kupang yang sedianya akan hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Namun, karena adanya pergeseran jadwal dan keharusan menghadiri agenda pemerintahan lain, Wali Kota menugaskan Sekda untuk mewakili secara resmi. Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang pada waktu yang sama harus menjalankan tugas pemerintahan ke Soe.
“Namun ketidakhadiran beliau tidak mengurangi komitmen Pemerintah Kota Kupang. Kehadiran para asisten dan pimpinan OPD di sini adalah bukti bahwa pemerintah hadir dan serius mendukung saudara-saudara semua yang bergerak di UMKM dan IKM kopi,” ujar Sekda.
Festival kopi ini diikuti oleh 10 peserta, meski pada malam pembukaan baru 8 booth yang terisi. Sekda berharap seluruh booth dapat segera terisi penuh sehingga festival benar-benar menjadi ruang promosi, apresiasi, dan pembelajaran bagi pelaku usaha kopi lokal.
Selaras dengan tema “Kopi dalam Kolaborasi untuk Kota Kupang”, Sekda menegaskan bahwa kopi tidak sekadar minuman, melainkan simbol kolaborasi dan kerja bersama. Ia mengaitkan filosofi kopi dengan kehidupan dan kepemimpinan, di mana hasil terbaik lahir dari perpaduan berbagai unsur.
“Rasa terbaik dari kopi tidak hanya berasal dari kopi itu sendiri. Ada gula, ada air, tetapi yang paling penting adalah orang yang meraciknya. Di situlah makna kolaborasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tema festival kopi yang diangkat oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Kupang dalam membangun kota melalui kolaborasi kuat, baik antar perangkat daerah maupun dengan pihak eksternal dan pelaku UMKM.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang menikmati kopi yang enak, tetapi membawa pesan bahwa setiap hal baik lahir dari kerja bersama dan sinergi banyak pihak,” lanjut Sekda.
Melalui festival kopi yang digelar di ruang publik Taman Nostalgia ini, Pemerintah Kota Kupang optimistis pelaku UMKM kopi akan semakin berkembang. Pemerintah, kata Sekda, telah dan akan terus menyiapkan ruang-ruang strategis sebagai wadah promosi dan penyajian kopi lokal berkualitas, sehingga kopi Kupang memiliki identitas dan daya saing yang kuat.
Menutup sambutannya, Sekda Jefri Pelt menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Terima kasih atas kehadiran semua pihak. Doa terbaik kami untuk seluruh peserta. Kami yakin dan percaya, dengan kolaborasi yang kuat, usaha kopi di Kota Kupang akan terus tumbuh dan berkembang,” pungkasnya.
✒️: kl
