Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

“Kami Butuh Tindakan, Bukan Retorika”: Lima Hari Dua Nelayan Paga Hilang, Keluarga Nilai Negara Lamban Hadir

Jumat, 30 Januari 2026 | Januari 30, 2026 WIB Last Updated 2026-01-30T12:22:05Z

 

Warga dan keluarga nelayan berkumpul di pesisir Pantai Paga, Kabupaten Sikka, sementara perahu karet disiapkan sebagai armada pencarian dua nelayan yang hilang di perairan selatan, dengan keterbatasan sarana menghadapi kondisi laut ekstrem.

Maumere, NTT, 30 Januari 2026– Pencarian terhadap dua nelayan asal Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, yang hilang di perairan selatan hingga kini memasuki hari kelima pencarian dan malam ke-6, belum membuahkan hasil. Ketidakpastian tersebut memicu kekecewaan mendalam dari pihak keluarga korban, yang menilai penanganan di lapangan belum menjawab kebutuhan situasi darurat.


Hal itu disampaikan dalam hasil wawancara Media ini bersama salah satu wakil keluarga korban, Alan Golkar, yang akrab disapa Alan.


Alan menyampaikan bahwa keluarga korban tidak menutup mata terhadap kehadiran pihak terkait sejak hari pertama kejadian. Ia mengakui bahwa tim pencari telah berada di lokasi berdasarkan konfirmasi awal. Namun, armada yang digunakan dinilai sangat terbatas dan tidak sebanding dengan ganasnya Samudra Hindia di pesisir selatan Sikka.


“Kami akui ada kepedulian. Tapi dengan armada sekecil itu, menembus ganasnya laut selatan sangat tidak memungkinkan,” ungkap Alan.


Keluarga Patungan Dana, Pencarian Dilakukan Mandiri


Karena hingga hari kedua tidak kunjung ada tambahan armada yang memadai, keluarga korban akhirnya mengambil inisiatif sendiri. Mereka menggalang sumbangan dari internal keluarga dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp3,5 juta, di luar Rp5 juta bantuan dari Pemerintah Desa, meskipun diakui desa tidak memiliki anggaran khusus untuk kondisi darurat pencarian di laut.


Dana tersebut digunakan untuk menyewa armada nelayan setempat guna melakukan pencarian. Namun, upaya itu harus dihentikan karena kondisi laut yang ekstrem dan membahayakan keselamatan pencari.


“Kami pulang dengan tangan hampa. Kami hanya ingin keluarga kami segera ditemukan,” kata Alan.


Koordinasi Ada, Tindakan Dinilai Tak Nyata


Menurut keluarga korban, berbagai penyampaian terkait kerusakan mesin dan koordinasi dengan pihak SAR di luar daerah telah dilakukan. Namun hingga hari kelima pencarian, belum ada langkah konkret yang dirasakan langsung di lapangan.


“Yang kami butuh itu tindakan. Sakit kepala bukan disembuhkan dengan cerita, tapi dengan obat,” tegas Alan.


Dua Kapal Motor dari Ndori Ende Turun Membantu


Di tengah keterbatasan tersebut, dua kapal motor nelayan dari Ndori, Kabupaten Ende, datang secara sukarela untuk membantu pencarian. Kedua kapal tersebut bergerak atas dasar kemanusiaan, tanpa dukungan resmi anggaran, dan saat ini masih melakukan upaya pencarian di laut.


Sementara itu, keluarga kembali harus menggalang dana secara spontan, dengan tambahan dana hampir Rp3 juta, demi menopang kebutuhan operasional pencarian lanjutan.


“Kami kok hanya begini terus? Sampai kapan keluarga korban harus menanggung sendiri beban ini?” ujarnya.


Ancaman Aksi Besar

Di akhir pernyataannya, Alan menegaskan bahwa keluarga korban dan masyarakat Paga tidak berniat menyalahkan siapa pun, namun mendesak adanya langkah nyata dan terukur dalam waktu dekat.


“Kalau tidak ada tindakan, kami akan melakukan aksi besar-besaran. Ini jeritan masyarakat Paga. Kami minta pers ikut peduli dan menyampaikan ini ke publik yang lebih luas,” pungkasnya. 

✒️: Albert Cakrameno