![]() |
| Anggota DPRD Provinsi NTT Simson Polin bersama anggota DPRD dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dari berbagai daerah, termasuk Papua Pegunungan, saat Rakernas PSI di Makassar. Momentum Rakernas dimanfaatkan untuk membangun konsolidasi, memperkuat jejaring, serta membahas kolaborasi antarwilayah menjelang agenda politik ke depan. |
Makassar, 30 Januari 2026— Memasuki hari kedua Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI), DPD PSI Rote Ndao memanfaatkan momentum nasional tersebut untuk memperkuat konsolidasi lintas daerah. Anggota DPRD Provinsi NTT, Simson Polin, aktif membangun komunikasi dengan sesama anggota DPRD dari berbagai wilayah di Indonesia.
Salah satu pertemuan yang berlangsung intens dilakukan bersama Yeri Tabo, anggota DPRD dari Papua Pegunungan. Dalam diskusi tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penguatan jejaring politik hingga potensi kerja sama ekonomi antarwilayah.
Simson Polin menyebut, salah satu topik yang mengemuka adalah produk tenun khas NTT, khususnya tenun dari Rote Ndao, yang dinilai memiliki peluang untuk dipasarkan ke wilayah Papua. Kolaborasi ekonomi berbasis kearifan lokal ini dipandang sebagai bagian dari penguatan solidaritas antar daerah sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, Simson juga menjalin komunikasi dengan pengurus DPW PSI Kalimantan Selatan. Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi antarwilayah, termasuk strategi penguatan struktur partai dan langkah-langkah bersama menghadapi agenda politik ke depan.
“Rakernas bukan hanya soal konsolidasi internal, tetapi juga ruang membangun jejaring dan kerja sama lintas daerah,” ujar Simson.
Menurutnya, diskusi-diskusi yang berlangsung di sela Rakernas menjadi modal penting dalam merumuskan strategi pemenangan Pemilu mendatang, sekaligus memperkuat posisi PSI sebagai partai yang mendorong kolaborasi nyata antarwilayah di Indonesia.
Dalam Rakernas tersebut, PSI juga menegaskan pentingnya legasi pribadi bagi setiap kader yang terpilih. Konsep ini dirangkum dalam tema Legasi Pribadi — Satu Aleg / Satu Kepala Daerah 1 Legacy Pribadi, yang menekankan bahwa seorang anggota legislatif atau kepala daerah dari PSI diharapkan mampu meninggalkan legasi nyata bagi masyarakat.
Melalui pendekatan cerita dan harapan, PSI mendorong agar keberhasilan dan legasi seorang Aleg atau Kepala Daerah dapat menjadi contoh dan klaim kinerja partai. Dengan demikian, masyarakat diharapkan memiliki harapan lebih besar terhadap kader PSI yang terpilih dan legasi yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Rakernas juga menyoroti pentingnya pemetaan kebutuhan, yakni memetakan kebutuhan komunal dan merancang program yang bersifat berkelanjutan. Dalam asumsi keadaan normal, Aleg dan kepala daerah dinilai memiliki ruang untuk melakukan pemetaan masalah publik yang selama ini jarang dipikirkan oleh pemerintah daerah.
Beberapa contoh masalah publik yang disoroti antara lain penanganan sampah, MCK, serta ruang terbuka publik. Untuk menjawab persoalan tersebut, PSI mendorong lahirnya inovasi dan solusi, dengan memanfaatkan berbagai praktik dan inovasi masyarakat yang dapat dikembangkan oleh pemerintah daerah sebagai kebijakan dan program kerja, sepanjang direncanakan dengan baik dan berkelanjutan.
Dari Makassar, konsolidasi Rakernas hari kedua ini tidak hanya berbicara soal politik elektoral, tetapi juga membuka ruang sinergi ekonomi, sosial, dan kebijakan publik, yang menghubungkan daerah terluar, wilayah pegunungan, hingga kawasan tengah Indonesia dalam satu visi bersama.
