![]() |
| Anggota DPRD Provinsi NTT Simson Polin (kiri) bersama kader PSI dari Rote Ndao saat Rakernas Partai Solidaritas Indonesia di Makassar, 29 Januari 2026. Kehadiran kader dari daerah terluar ini menandai jejak Rote Ndao di panggung nasional PSI. |
Makassar, 29 Januari 2026 — Dari wilayah paling selatan Indonesia, jauh di batas negeri yang bersentuhan langsung dengan Australia, Rote Ndao menorehkan jejak di panggung nasional Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Momentum itu ditandai dengan pemberian Kartu Tanda Anggota (KTA) Khusus dari Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, kepada DPD PSI Rote Ndao—sebuah simbol kepercayaan yang lahir dari kerja panjang di daerah terluar.
Anggota DPRD Provinsi NTT, Simson Polin, menilai momen tersebut sebagai pengakuan nyata atas konsistensi kader PSI di Rote Ndao. Ia menyoroti fakta bahwa dalam forum Rakernas PSI, dari enam kader daerah yang tampil di panggung nasional, dua di antaranya berasal dari Rote Ndao. Menurutnya, peristiwa seperti ini nyaris tidak pernah terjadi dalam pengalaman politiknya di partai lain.
“Ini bukan soal seremoni, tapi pengakuan. Dari daerah yang paling jauh justru diberi ruang di panggung nasional,” ujar Simson.
Sebagai DPD paling terluar dan terjauh, PSI Rote Ndao selama ini bergerak dalam keterbatasan. Jarak geografis, akses, dan minim sorotan menjadi tantangan sehari-hari. Namun justru dari kondisi itulah karakter politik ditempa. KTA Khusus yang diterima—dengan sentuhan simbolik emas—dipandang sebagai penanda bahwa kerja senyap dari pinggiran mulai diperhitungkan di pusat.
Simson menyebut PSI sebagai partai yang tidak lahir dari kenyamanan. “PSI tidak tumbuh dengan manja. Ia lahir dari kerja keras, kerja nyata, dan bertahan di tengah badai,” katanya.
Semangat itu diterjemahkan ke dalam target politik jangka menengah. Menatap Pemilu 2029, DPD PSI Rote Ndao menargetkan pengisian penuh kursi DPRD hingga terbentuk fraksi murni, merebut posisi pimpinan legislatif, serta menempatkan kader di ranah eksekutif sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah.
Di tengah lanskap politik nasional yang sering berpusat di kota-kota besar, kisah PSI Rote Ndao menghadirkan narasi berbeda: bahwa kekuatan politik juga bisa bertumbuh dari wilayah terluar, dari kerja yang panjang dan konsisten. Dari Rote Ndao, pesan itu kini sampai ke panggung nasional—politik bukan sekadar tentang pusat, tetapi tentang siapa yang mampu bertahan dan bekerja dari pinggiran.
✒️: kl
