![]() |
| Dalam perayaan Natal dan Tahun Baru bersama K2S dan PJK, Wali Kota Kupang menegaskan kerukunan sosial sebagai fondasi utama pembangunan kota. 📸 Dedy Irawan |
Kota Kupang, NTT— Kerukunan sosial menjadi fondasi penting dalam memperkuat pembangunan Kota Kupang. Hal ini ditegaskan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo saat menghadiri Perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama Kontak Kerukunan Sosial (K2S), Keluarga Jawa Kota Kupang, dan Paguyuban Jawa Kristiani (PJK) Nusa Tenggara Timur di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (23/01).
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada K2S dan PJK atas kontribusi nyata dalam menjaga harmoni sosial dan mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan Kota Kupang tidak terlepas dari peran aktif komunitas sosial yang selama ini bersinergi dengan pemerintah melalui gagasan, pemikiran, dan karya nyata.
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar K2S. Kontribusi K2S sangat besar bagi Kota Kupang,” ujar Wali Kota.
Wali Kota juga memaknai tema Natal 2025 tentang kehadiran Allah untuk menyelamatkan keluarga sebagai pengingat bahwa keluarga tidak hanya dimaknai sebagai ikatan darah. Menurutnya, keluarga juga merupakan ruang kebersamaan sosial untuk saling menguatkan, mengasihi, dan bertumbuh bersama, sebagaimana yang diwujudkan dalam komunitas seperti K2S dan PJK.
“Keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat. Jika keluarga rapuh, maka masyarakat juga akan rapuh. Karena itu, keberadaan keluarga-keluarga sosial seperti K2S sangat penting bagi kekuatan Kota Kupang,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga memaparkan sejumlah capaian Pemerintah Kota Kupang sepanjang tahun 2025. Di antaranya masuk dalam 10 Besar Indeks Kota Toleran, penghargaan Kota Damai dan Inklusif, TP2DD Terbaik wilayah Bali–Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, serta realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melampaui target.
Ia menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Capaian itu, menurutnya, menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan publik di tahun 2026.
Wali Kota juga menyinggung hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Pemerintah Kota Kupang mencapai 80,1 persen dalam delapan bulan masa kepemimpinannya. Ia menilai kepercayaan tersebut sebagai amanah besar yang harus dijaga melalui kerja nyata dan pelayanan yang semakin baik.
Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh keluarga besar K2S dan PJK untuk terus menyalakan “cahaya-cahaya kecil” dari lingkungan keluarga dan komunitas masing-masing. Menurutnya, cahaya dari keluarga-keluarga inilah yang akan membuat Kota Kupang semakin rukun, damai, dan penuh harapan.
Sementara itu, Ketua K2S Kota Kupang dr. H. M. Ikhsan menyampaikan bahwa Perayaan Natal dan Tahun Baru K2S tahun ini berlangsung dalam semangat kebersamaan dan sukacita. Ia menegaskan bahwa damai Natal tidak seharusnya berhenti pada perayaan seremonial, tetapi perlu dihidupi dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Paguyuban Jawa Kristiani (PJK) NTT Th. Bambang Riyanto, S.E., menambahkan bahwa PJK merupakan komunitas lintas denominasi umat Kristiani asal Jawa yang berkomitmen merawat toleransi di Kota Kupang. Selain kegiatan keagamaan, PJK juga aktif dalam pelayanan sosial, ekonomi kerakyatan, serta pendampingan UMKM dan siap terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Kupang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PJK NTT Th. Bambang Riyanto, S.E., Ketua K2S Kota Kupang dr. H. M. Ikhsan, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT Ir. Theodorus Widodo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta perwakilan 36 paguyuban se-Kota Kupang.
✍🏼 Chris Dethan/kl
