Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Makna Simbol Adat Rote: Arti Selimut di Bahu Kanan dan Kiri

Jumat, 16 Januari 2026 | Januari 16, 2026 WIB Last Updated 2026-01-16T03:21:10Z

 

Makna adat Rote dalam meletakkan selimut di bahu menyimpan simbol status, duka hingga kehormatan. Menurut tokoh Rote Alfred Zakarias.


Kupang,NTT,16/1- Makna Simbol Adat Rote dalam meletakkan selimut di bahu seseorang ternyata menyimpan nilai sosial, emosional dan filosofis yang dalam. Tradisi ini bukan sekadar estetika, tetapi menjadi tanda status, duka, kegembiraan hingga peran sosial dalam masyarakat Rote. Menurut salah satu tokoh Rote, Alfred Zakarias, simbol ini memiliki pembagian makna yang sangat jelas antara bahu kanan dan bahu kiri.


A). SELIMUT DI BAHU KANAN


Peletakan selimut di bahu kanan, menurut Alfred Zakarias, mengandung tiga makna penting. Pertama, sebagai tanda hormat, penghargaan dan kesetiaan. Kedua, menjadi tanda kebahagiaan, kegembiraan, sukacita dan kesuksesan, sehingga simbol ini hadir dalam momen upacara adat, pesta pernikahan atau perayaan penting lainnya.


Ketiga, simbol ini biasanya digunakan oleh laki-laki yang sudah menikah atau mereka yang memiliki status sosial tinggi dan memikul tanggung jawab besar sebagai kepala keluarga. Artinya, laki-laki tersebut dianggap siap memimpin dan melindungi. Sementara bagi perempuan, bahu kanan menandai kesetiaan, kesabaran dan kekuatan, sebuah penghormatan terhadap peran perempuan dalam struktur adat.


B). SELIMUT DI BAHU KIRI


Berbeda dengan bahu kanan, selimut di bahu kiri memuat makna emosional dan spiritual yang lebih dalam. Pertama, sebagai tanda kesusahan, duka dan berduka cita, terutama dalam konteks kematian atau musibah. Kedua, menjadi simbol kesederhanaan, kerendahan hati, kesabaran, ketabahan dan pengampunan.


Ketiga, menurut Alfred Zakarias, simbol ini biasanya digunakan oleh laki-laki yang belum menikah, atau mereka yang belum memikul tanggung jawab besar. Sementara bagi perempuan, bahu kiri mencerminkan kasih sayang, kelembutan dan kepedulian, sisi emosional yang menguatkan relasi sosial di dalam komunitas.


Rangkaian makna ini terekam dalam banyak literatur klasik maupun studi antropologi mengenai Rote, antara lain:


  1. Tradisi masyarakat Rote
  2. Adat Rote karya P. Middelkoop
  3. Adat dan Budaya Rote karya J.F.H. Estiko
  4. Sejarah dan Budaya Rote karya P.F. De Josselin de Jong
  5. Rote: Pulau yang Berbicara karya A.A. Yewangoe
  6. Rote: Sebuah Studi Antropologi karya A.P. Eluay 🇮🇩


Melalui simbol sederhana berupa selimut di bahu, masyarakat Rote menunjukkan bahwa budaya Nusantara menyimpan bahasa simbolik yang kaya, cerdas, dan sarat makna.


Tradisi selimut di bahu menegaskan bahwa budaya Nusantara terbangun dari simbol-simbol kecil yang menyimpan struktur sosial dan identitas komunitas.