Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkot Kupang Dukung Vaksin HPV dan Penguatan Pengawasan Obat

Selasa, 27 Januari 2026 | Januari 27, 2026 WIB Last Updated 2026-01-27T14:35:41Z

 

Wali Kota Kupang berjabat tangan dengan Kepala BBPOM Kupang usai audiensi terkait dukungan Program Sejuta Vaksin HPV, penguatan pengawasan obat, dan Kota Aman Pangan di Kota Kupang. 📸 Eman Hala

Kota Kupang, NTT— Pemerintah Kota Kupang menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Sejuta Vaksin HPV serta penguatan pengawasan obat dan pangan yang diinisiasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kupang. Dukungan tersebut ditegaskan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi Kepala BBPOM Kupang, Drs. Sem Lapik, Apt., M.Sc., beserta jajaran di ruang kerja Wali Kota, Jumat (23/1).


Dalam audiensi tersebut, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Alfred Lakabela. Sementara dari pihak BBPOM Kupang turut hadir Kepala Bagian Tata Usaha, Maria M. Waty Parera, S.Si., Apt., M.Sc., dan para Pejabat Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM).


Kepala BBPOM Kupang memaparkan sejumlah program strategis yang akan dilaksanakan di Kota Kupang, salah satunya Program Sejuta Vaksin HPV dalam rangka Hari Ulang Tahun BBPOM ke-25. Program ini merupakan kerja sama BBPOM dengan Kementerian Kesehatan dan KORPRI, yang menyasar ASN perempuan serta masyarakat umum sebagai langkah nyata pencegahan kanker serviks.


Vaksinasi HPV tersebut dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang. Antusiasme masyarakat Kota Kupang terbilang tinggi, tercatat sebanyak 321 orang telah mendaftar, jauh melampaui kuota awal 100 dosis vaksin HPV yang telah bersertifikat halal.


Selain vaksinasi, BBPOM Kupang juga meminta dukungan Pemerintah Kota Kupang dalam penguatan pengawasan penggunaan antibiotik agar Kota Kupang dapat menjadi barometer penggunaan antibiotik yang tepat dan bertanggung jawab. Pengawasan ini dinilai penting untuk menekan risiko resistensi antibiotik yang menjadi ancaman serius kesehatan masyarakat.


BBPOM Kupang juga mendorong percepatan terwujudnya Kota Aman Pangan melalui program prioritas nasional dan pengawasan aktif pada periode 2025–2026. Selain itu, BBPOM melaporkan perluasan layanan pengawasan obat dan makanan melalui kehadirannya di Mal Pelayanan Publik Kota Kupang.


Menanggapi paparan tersebut, Wali Kota Kupang menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung seluruh program yang diusulkan BBPOM.


“Kami mendukung sepenuhnya upaya penguatan pengawasan antibiotik dan inisiatif menuju Kota Aman Pangan. Untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, saya mengusulkan agar dibentuk satuan kerja yang dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan,” ujar Wali Kota.


Terkait pelaksanaan Program Sejuta Vaksin HPV, Wali Kota memastikan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung dari sisi regulasi dan sosialisasi.


“Pemerintah Kota siap mendukung pelaksanaan vaksin HPV ini. Kami akan menindaklanjuti melalui penerbitan edaran resmi serta penyebaran informasi melalui kanal Pemerintah Kota Kupang agar sosialisasi berjalan lebih optimal,” tegasnya.


Wali Kota juga menekankan bahwa program vaksinasi HPV diharapkan dapat meningkatkan pemahaman ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kupang tentang pentingnya deteksi dini dan pencegahan kanker serviks, sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam membangun kesadaran hidup sehat.


Sebagai langkah teknis, Wali Kota mengusulkan agar pelaksanaan vaksinasi dipusatkan di RS S.K. Lerik, mengingat rumah sakit tersebut memiliki ruang yang memadai, lingkungan yang steril, serta pengalaman dalam penyelenggaraan kegiatan kesehatan berskala besar.


Sinergi antara Pemerintah Kota Kupang dan BBPOM Kupang ini diharapkan mampu memperkuat sistem kesehatan daerah, menjamin keamanan obat dan pangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Kupang secara berkelanjutan.

✍🏼 Ronald Pello/ kl