Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Solusi Atasi Kelangkaan BBM di Rote Ndao, Alfred Zakarias Beberkan Langkah Konkret

Jumat, 23 Januari 2026 | Januari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-01-23T15:45:01Z

 



Kupang, NTT, 23 Januari 2026—Kelangkaan BBM di Rote Ndao kembali menjadi sorotan serius. Mantan pejabat senior Kabupaten Rote Ndao sekaligus Ketua Diaspora Rote Ndao Kupang, Alfred Zakarias, memaparkan serangkaian solusi komprehensif untuk menjawab persoalan klasik yang kerap menghantui masyarakat kepulauan tersebut.


Menurut Alfred, persoalan BBM tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan reaktif semata. Diperlukan langkah terukur, berjenjang, dan berkelanjutan, mulai dari kebijakan jangka pendek hingga strategi jangka menengah dan panjang yang berpihak pada kebutuhan riil masyarakat Rote Ndao.


Solusi Jangka Pendek: Menjamin Ketersediaan dan Keadilan Akses


Dalam jangka pendek, Alfred menekankan pentingnya stabilisasi pasokan BBM melalui peningkatan frekuensi pengiriman kapal tanker atau penambahan armada distribusi laut agar suplai tetap terjaga.


Optimalisasi layanan SPBU juga menjadi perhatian, baik melalui pembatasan distribusi yang adil, maupun perpanjangan jam operasional agar antrean masyarakat tidak berlarut saat stok tersedia.


Selain itu, pengawasan ketat terhadap praktik penimbunan dan penjualan ilegal BBM harus diperkuat. Pemerintah daerah perlu meningkatkan koordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi berjalan tepat waktu, sekaligus mengantisipasi gangguan akibat cuaca ekstrem yang kerap terjadi pada bulan-bulan tertentu.


Edukasi publik juga dinilai penting. Masyarakat didorong untuk menghemat energi, menggunakan teknologi hemat BBM, serta menerapkan pola konsumsi yang bijak, efektif, dan efisien.


Alfred juga mengusulkan pembentukan Satgas Pengawasan BBM dan Tim Terpadu yang melibatkan Forkopimda, sebagai langkah nyata penegakan hukum. Tak kalah penting, kebijakan diskresi sub-penyalur perlu diterapkan agar wilayah yang belum memiliki SPBU tetap memperoleh akses BBM secara merata.


Khusus sektor kelistrikan, Alfred menegaskan bahwa PLN Rote harus memiliki depo atau penampungan BBM tersendiri. Langkah ini penting agar kebutuhan listrik tidak mengganggu distribusi BBM bagi masyarakat, sekaligus menjadi antisipasi saat pelayaran terganggu akibat musim ekstrem.


Solusi Jangka Menengah dan Panjang: Menuju Ketahanan Energi Daerah


Untuk jangka menengah dan panjang, Alfred mendorong pembangunan JOBER (Joint Operation Body Terminal) guna meningkatkan kapasitas penyimpanan dan efisiensi distribusi BBM di Rote Ndao.


Ia juga menekankan pentingnya pengembangan energi lokal dan terbarukan, seperti energi surya, angin, LPG, biomassa, dan sumber alternatif lainnya. Menurutnya, ketergantungan penuh pada BBM fosil justru memperbesar risiko krisis energi di wilayah kepulauan.


Di sisi kebijakan, Pemkab dan DPRD perlu berkoordinasi intensif dengan Pertamina untuk penambahan kuota BBM tahunan, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat, khususnya nelayan, petani, dan pelaku UMKM.


Optimalisasi program BBM Satu Harga dinilai krusial untuk menjaga stabilitas harga di seluruh wilayah Rote Ndao. Sementara itu, penerapan digitalisasi penyaluran BBM melalui aplikasi atau kartu kendali harus segera dilakukan agar BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak diselewengkan.


Alfred Zakarias menegaskan, krisis BBM bukan sekadar soal pasokan, tetapi juga menyangkut keadilan distribusi dan keberpihakan kebijakan. Jika langkah-langkah ini dijalankan secara konsisten, ia optimistis Rote Ndao mampu keluar dari lingkaran kelangkaan energi yang berulang setiap tahun.


“Rote Ndao tidak kekurangan solusi, yang dibutuhkan adalah keberanian mengambil keputusan dan konsistensi dalam menjalankannya.”

✒️: kl