Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Wali Kota Kupang Tawarkan Rumah Jabatan bagi Korban Angin Kencang di Belo

Minggu, 25 Januari 2026 | Januari 25, 2026 WIB Last Updated 2026-01-24T17:21:57Z

 

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo meninjau lokasi bencana angin kencang di Kelurahan Belo, menyerahkan bantuan darurat, menjenguk korban luka, dan memastikan penanganan lanjutan bagi warga terdampak. 📸 Eman Hala


Kota Kupang, NTT— Pemerintah Kota Kupang bergerak cepat merespons bencana angin kencang yang melanda Kelurahan Belo. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo turun langsung ke lokasi dan menawarkan rumah jabatan Wali Kota Kupang sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya rusak parah.


Angin kencang yang terjadi pada malam sebelumnya menyebabkan 45 rumah warga mengalami kerusakan, termasuk satu rumah ibadat, Gereja GMIT Yegar Sahaduta Belo. Selain kerusakan bangunan, sejumlah warga juga mengalami luka akibat seng dan material bangunan yang beterbangan, bahkan beberapa di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit.


Dalam kunjungan ke RT 02 RW 08 Kelurahan Belo, Sabtu (24/1), Wali Kota menegaskan bahwa tawaran penggunaan rumah jabatan merupakan bentuk kehadiran negara dan komitmen pemerintah untuk tidak membiarkan warga menghadapi musibah sendirian. Seluruh rumah yang rusak, baik ringan, sedang, maupun berat, akan segera didata sebagai dasar penyaluran bantuan lanjutan.


Sebagai langkah awal penanganan darurat, Pemkot Kupang melalui BPBD dan Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar berupa beras, mi instan, dan terpal. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga sembari menunggu proses penanganan lanjutan.


Perhatian juga diberikan terhadap Gereja GMIT Yegar Sahaduta Belo yang mengalami kerusakan cukup serius. Wali Kota memastikan pemerintah tetap akan memberikan bantuan meskipun secara regulasi bantuan sosial keagamaan memiliki batasan waktu tertentu. Menurutnya, bencana angin kencang ini merupakan kondisi force majeure yang membutuhkan kebijakan cepat dan responsif.


Tak hanya fokus pada kerusakan fisik, Wali Kota juga langsung mengambil langkah cepat terkait penanganan korban luka. Mengetahui adanya warga yang harus dirawat di rumah sakit namun belum memiliki BPJS Kesehatan, Wali Kota segera menginstruksikan pengurusan kepesertaan BPJS agar biaya perawatan dapat ditanggung negara.


Usai meninjau lokasi bencana, Wali Kota menyempatkan diri menjenguk salah satu korban, Stefanus Kase, yang tengah dirawat di RS Boromeus Kupang. Sebelumnya, ia juga mengunjungi Ibu Olpi Tameon yang mengalami luka hingga patah kaki akibat bencana tersebut.


Orang tua Stefanus, Roy Tosi, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Kota Kupang. Ia mengaku sangat terbantu, terutama dalam hal penanganan dan pembiayaan perawatan medis anaknya.


Ucapan terima kasih juga disampaikan Ketua Majelis Jemaat GMIT Yegar Sahaduta Belo, Pdt. Selvy Asfes Zina, S.Th. Ia menilai kehadiran langsung Wali Kota tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga memberikan penguatan moral bagi jemaat yang terdampak.


Sementara itu, Lurah Belo Robinson Emlimasir Lona, SH, menjelaskan bahwa jumlah rumah terdampak awalnya tercatat sebanyak 35 unit. Namun berdasarkan laporan tambahan dari warga, jumlah tersebut bertambah menjadi 45 rumah. Pihak kelurahan bersama instansi terkait akan segera melakukan verifikasi lanjutan guna memastikan seluruh warga terdampak memperoleh bantuan yang layak.

✍🏼 Ansel Ladjar/kl