Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Wali Kota Kupang Tekankan Isu Air Bersih: Kompleks dan Butuh Kolaborasi Nyata

Jumat, 16 Januari 2026 | Januari 16, 2026 WIB Last Updated 2026-01-16T02:35:39Z

 

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo paparkan kompleksitas persoalan air bersih dan pentingnya kolaborasi provinsi-kota untuk layanan air minum berkelanjutan.


Kota Kupang, NTT Air Bersih Kupang kembali menjadi pembahasan serius ketika Wali Kota Kupang menghadiri kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara UPTD Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Dinas PUPR Provinsi NTT dan Perumda Air Minum Kota Kupang, Jumat (16/1/2026) di Ruang Rapat Asisten Sekretaris Daerah Provinsi NTT.


Perjanjian ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota dalam pengelolaan layanan air bersih, termasuk peningkatan cakupan, kualitas, dan keberlanjutan pelayanan bagi masyarakat Kota Kupang.


Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang dr Christian Widodo menekankan bahwa persoalan air bersih bukan sekadar urusan teknis, tetapi isu kompleks yang dipengaruhi pertumbuhan penduduk, keterbatasan sumber air dan topografi wilayah. 


“Urusan air ini bukan persoalan sederhana. Pertumbuhan penduduk terus meningkat, sementara sumber air kita terbatas dan kondisi geografis juga tidak mudah. Namun melalui kerja sama ini, kami yakin berbagai hambatan dapat kita lalui bersama,” ujar Christian


Widodo memberi apresiasi kepada Gubernur NTT dan jajaran Pemerintah Provinsi NTT karena telah membuka ruang kolaborasi, sekaligus menekankan arti penting komitmen antar-pemerintah dalam pelayanan publik berbasis kebutuhan dasar masyarakat.


Lebih jauh Wali Kota memaparkan langkah strategis pemerintah kota, termasuk pembenahan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kaki Dendeng. Saat ini debit air berada pada kisaran 52.000 liter per detik dan sedang diupayakan peningkatan melalui pembaruan sistem dan perangkat.


“Kami sedang membenahi sistem SCADA yang bermasalah, memperbarui peralatan, dan melakukan peningkatan kapasitas. Targetnya debit dapat mencapai 70.000 hingga 90.000 liter per detik,” jelasnya.


Selain peningkatan kapasitas produksi, pemerintah kota juga memperluas sambungan rumah (SR) agar lebih banyak warga terlayani. Menurutnya, air bersih tidak hanya menyangkut infrastruktur tetapi juga kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.


“Air ini soal kehidupan. Kalau air bersihnya baik, maka kesehatan masyarakat juga terjaga,” tegasnya.


Wali Kota berharap kerja sama ini dapat segera dirasakan masyarakat dalam bentuk layanan air yang mengalir lancar ke rumah-rumah, bukan hanya berhenti di atas kertas. Ia juga menyinggung pentingnya pengawasan sumber air termasuk sumur bor agar tidak merugikan kepentingan bersama.


Menutup sambutannya, Wali Kota Kupang mengajak semua pihak menjadikan kolaborasi ini sebagai komitmen dalam menghadirkan pelayanan air bersih untuk Kupang yang lebih adil, manusiawi, dan bermartabat.


Kolaborasi pemerintah dalam sektor air bersih bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi tentang memastikan terpenuhinya hak dasar masyarakat sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

✒️: kl