![]() |
| Frederick Fransiskus Baba Djoedye, figur yang aktif menyuarakan aspirasi masyarakat Sikka melalui FOKALIS. |
Maumere, NTT– Kinerja Polres Sikka resmi dilaporkan oleh Forum Rakyat Resah dan Gelisah (FOKALIS) Kabupaten Sikka kepada Wakapolda NTT. Laporan tersebut ditandatangani dan dibuat langsung oleh Frederick Fransiskus Baba Djoedye selaku Penanggung Jawab FOKALIS Kabupaten Sikka, sebagaimana tercantum dalam surat bernomor 18/FOKALIS/II/2026 tertanggal 16 Februari 2026.
Dalam surat resmi itu, Frederick Fransiskus Baba Djoedye menyampaikan bahwa laporan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial organisasi terhadap sejumlah persoalan hukum yang dinilai tidak berjalan sesuai prosedur dan terindikasi melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).
Sorotan Dugaan Pelanggaran Prosedur
Salah satu poin utama dalam laporan tersebut adalah dugaan perampasan kendaraan pribadi yang menjadi objek jaminan fidusia pada lembaga pembiayaan ADIRA FINANCE. Peristiwa disebut terjadi di SPKT Polres Sikka pada 26 Juni 2024.
FOKALIS menegaskan bahwa Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 telah memperjelas bahwa pelaksanaan eksekusi jaminan fidusia tidak dapat dilakukan sepihak tanpa mekanisme hukum yang setara dengan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
Namun dalam laporan yang dibuat Frederick Fransiskus Baba Djoedye, disebutkan adanya dugaan tindakan oknum aparat yang justru memfasilitasi pembuatan surat pernyataan sepihak dan meminta penyerahan kendaraan beserta barang-barang di dalamnya.
Kasus TPPO dan Dugaan Ketidakterbukaan
Laporan tersebut juga menyoroti kasus TPPO yang menjerat Yakobus Teka (34) yang dinilai tidak transparan dan tidak memberikan kepastian hukum yang jelas.
Selain itu, kasus dugaan TPPO yang menimpa Novy dan rekan-rekannya di PUB ELTRAS Maumere disebut belum menunjukkan perkembangan signifikan, meskipun laporan resmi telah diajukan.
Menurut FOKALIS, lambannya penetapan status hukum pelaku memunculkan pertanyaan publik terkait konsistensi penegakan hukum.
Korupsi, Judi, dan Rokok Ilegal
Dalam surat yang ditandatangani Frederick Fransiskus Baba Djoedye tersebut, turut disoroti beberapa kasus korupsi yang dinilai belum memiliki titik terang, termasuk pengadaan mobil dan perlengkapan sumur bor di Dinas PU.
FOKALIS juga menyinggung praktik perjudian kupon putih yang dinilai hanya menyasar pengepul, sementara bandar besar belum tersentuh hukum, serta peredaran rokok ilegal yang merugikan negara namun belum menunjukkan tindakan tegas.
Permintaan Evaluasi dan Tindakan Tegas
Melalui surat resmi itu, Frederick Fransiskus Baba Djoedye selaku pembuat dan penandatangan laporan meminta Kapolda NTT mengambil langkah tegas terhadap oknum yang diduga terlibat dalam penanganan perkara-perkara tersebut.
FOKALIS berharap institusi kepolisian di wilayah Sikka dapat menghadirkan penegakan hukum yang bermartabat, bersih, transparan, dan adil bagi seluruh masyarakat.
Laporan ini menjadi refleksi penting bagi pembenahan penegakan hukum di daerah. Publik kini menunggu respons dan langkah konkret dari pimpinan kepolisian.
✒️: kl
