Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Launching Fakultas Kedokteran UCB, Upaya Konkret Jawab Rasio Dokter Rendah di NTT

Kamis, 05 Februari 2026 | Februari 05, 2026 WIB Last Updated 2026-02-05T01:53:25Z

 

Wali Kota Kupang bersama Gubernur NTT dan undangan menghadiri Launching Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa di Kota Kupang. 📸 : Jacky Mure

Kota Kupang,NTT- Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri Launching dan Peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa (UCB) yang digelar di Aula Lantai 5 Gedung Rektorat UCB, Rabu (4/2). Peresmian ini dinilai sebagai langkah konkret menjawab masih rendahnya rasio tenaga dokter di Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).


Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Fakultas Kedokteran UCB yang dinilainya sebagai investasi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia kesehatan di NTT. Menurutnya, pendirian fakultas ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan jawaban nyata atas kebutuhan daerah akan tenaga dokter berkualitas.


“Ini bukan hanya launching fakultas. Ini adalah pernyataan sikap bahwa UCB mau berdiri di garis depan untuk mencetak dokter-dokter unggul yang kelak akan mengabdi dan memperkuat layanan kesehatan masyarakat, khususnya di NTT,” tegas dr. Christian Widodo.


Ia menekankan bahwa persoalan kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Rendahnya rasio dokter berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan, terutama di wilayah 3T. Oleh karena itu, investasi pada pendidikan tenaga kesehatan dinilai sebagai investasi jangka panjang yang paling menentukan.


Wali Kota Kupang juga menyebut bahwa langkah UCB sejalan dengan kebijakan nasional yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Kehadiran Fakultas Kedokteran ini diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi putra-putri daerah untuk mengenyam pendidikan kedokteran.


Sebagai seorang dokter, dr. Christian Widodo turut mengingatkan bahwa ilmu kedokteran tidak hanya berbasis teori dan sains, tetapi juga nurani, pengalaman, dan pengabdian. Ia berharap Fakultas Kedokteran UCB mampu mencetak dokter yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan semangat melayani masyarakat.


Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan bahwa peresmian Fakultas Kedokteran UCB merupakan kabar baik bagi pembangunan daerah. Menurutnya, kehadiran institusi pendidikan kedokteran ini menjadi bagian dari solusi atas keterbatasan tenaga dokter di NTT, terutama di wilayah terpencil.


Gubernur berharap dengan hadirnya dua fakultas kedokteran, negeri dan swasta, ketersediaan tenaga dokter berkualitas di NTT dapat terus meningkat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan rumah sakit pendidikan untuk menjamin kualitas lulusan.


Pada kesempatan yang sama, Anggota DPD RI, Ir. Abraham Paul Liyanto, mengungkapkan bahwa rasio dokter di Indonesia, termasuk di NTT, masih berada di bawah standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Saat ini, satu dokter rata-rata masih melayani sekitar 1.400 hingga 1.600 penduduk.


Ia menambahkan, RSUD S.K. Lerik Kota Kupang telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan sekaligus Rumah Sakit Pembina bagi Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa. Dukungan tersebut diharapkan mampu menjamin kualitas pendidikan klinik sekaligus melahirkan dokter-dokter yang siap mengabdi di NTT, terutama di wilayah 3T.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., A.Pt., Anggota DPD RI, Ir. Abraham Paul Liyanto, para kepala daerah se-NTT, Rektor Universitas Citra Bangsa Prof. Dr. Frans Salesman, S.E., M.Kes., para akademisi, pimpinan rumah sakit, kepala puskesmas se-Kota Kupang, Ketua Kadin NTT, serta dosen dan tenaga kesehatan.

✍🏼 : Chris Dethan/kl