![]() |
| Peringatan dini cuaca maritim NTT berlaku 2–5 Februari 2026. Sumber: BMKG Maritim Tenau |
Kupang, NTT, 1 Februari 2026— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau nelayan dan pengguna jasa laut di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca maritim dalam beberapa hari ke depan. Imbauan ini disampaikan menyusul terbentuknya Bibit Siklon Tropis 98P di sekitar Teluk Carpentaria, Australia bagian utara, yang berdampak pada peningkatan potensi hujan dan gelombang laut di perairan NTT.
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang menjelaskan, pengaruh Bibit Siklon Tropis 98P membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin di wilayah NTT. Pola angin umumnya bergerak dari barat hingga barat laut dengan kecepatan berkisar antara 8 hingga 35 knot. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut, terutama di sejumlah perairan strategis.
Dalam peringatan dini yang berlaku mulai 2 Februari 2026 pukul 08.00 WITA hingga 5 Februari 2026 pukul 08.00 WITA, BMKG memprakirakan gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Sape bagian selatan, Perairan Flores, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Perairan Selatan Alor–Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, hingga Perairan Sabu–Raijua.
Selain itu, kondisi gelombang sedang juga diprakirakan terjadi di Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, serta Perairan Selatan Timor–Rote. BMKG mengingatkan nelayan tradisional dan pelayaran rakyat untuk mewaspadai potensi perubahan arah dan kecepatan angin yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan untuk menunda aktivitas melaut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan serta terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG.
✒️: kl
Sumber: BMKG – Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang
