![]() |
| Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi PSI, Simson Polin, bersama istri saat mengunjungi Rumah Tenun Rote di Jalan Kebun Raya 2, Naikoten I, Kota Kupang, Sabtu (14/2/2026). |
Kupang, NTT– Momen Hari Valentine, 14 Februari 2026, dimaknai secara berbeda oleh Simson Polin, Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur Fraksi PSI. Bersama istri tercinta, ia mengunjungi Rumah Tenun Rote yang berlokasi di Jalan Kebun Raya 2, Naikoten I, Kota Kupang, NTT, sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya lokal.
Dalam kunjungan tersebut, Simson Polin berkesempatan menyaksikan langsung proses pembuatan kain tenun adat khas Rote yang dikerjakan oleh para ibu-ibu penenun yang telah terampil dan berpengalaman. Ia mengungkapkan bahwa untuk menyelesaikan satu lembar kain tenun adat diperlukan waktu sekitar dua minggu, tergantung tingkat kesulitan motif dan detail benang yang digunakan.
Rumah Tenun Rote merupakan rumah tenun adat yang telah berdiri sejak tahun 1991 dan didirikan oleh Yustinus Lusi, putra asal Pulau Ndao. Selama puluhan tahun, rumah tenun ini konsisten menjaga warisan budaya tenun Rote sekaligus menjadi ruang pemberdayaan ekonomi bagi perempuan lokal.
Menurut Yustinus Lusi, Rumah Tenun Rote pernah dikunjungi langsung oleh Joko Widodo bersama Ibu Iriana. Selain itu, sejumlah menteri dan pejabat negara juga pernah membeli kain tenun adat langsung di tempat tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap produk budaya Nusa Tenggara Timur.
Tak hanya fokus pada pelestarian budaya, perjuangan Yustinus Lusi melalui Rumah Tenun Rote juga memberi dampak nyata di bidang sosial dan pendidikan. Dari hasil kerja kerasnya, ia telah membantu sekitar 40 anak untuk mengenyam pendidikan tinggi hingga meraih gelar sarjana.
Pada momen Valentine 2026 ini, Simson Polin secara khusus membeli kain tenun adat Rote sebagai kado untuk istri tercinta, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Rote Ndao. Menurutnya, memilih kain tenun lokal bukan sekadar simbol kasih sayang, tetapi juga bentuk dukungan nyata terhadap para pengrajin serta pelestarian budaya daerah.
Melalui kunjungan tersebut, Simson Polin menegaskan bahwa perayaan Valentine dapat dimaknai lebih dalam, tidak hanya soal romantisme, tetapi juga tentang cinta terhadap budaya, penghargaan atas kerja perempuan, dan komitmen menjaga identitas lokal Nusa Tenggara Timur.
Langkah Simson Polin di momen Valentine menunjukkan bahwa cinta sejati juga tercermin dalam upaya melestarikan budaya dan mendukung karya penenun lokal Nusa Tenggara Timur.
✒️: kl
