Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Simson Polin Kawal Pembangunan Dermaga Strategis NTT Hingga 2027

Kamis, 12 Februari 2026 | Februari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-02-12T01:15:52Z

 

Anggota DPRD Provinsi NTT, Simson Polin, saat menyampaikan pandangan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV bersama KSOP Kupang terkait rencana pembangunan dermaga strategis di NTT.

Kupang,NTT, 9 Februari 2026--Anggota DPRD Provinsi NTT, Simson Polin, menegaskan komitmennya mengawal pembangunan dermaga strategis di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian dari penguatan konektivitas wilayah kepulauan. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Provinsi NTT bersama mitra kerja KSOP Kupang.


Dalam forum tersebut, KSOP Kupang memaparkan rencana jangka panjang pengembangan infrastruktur kepelabuhanan yang diusulkan untuk tahun anggaran 2027. Fokus rencana itu mencakup pembangunan lanjutan Dermaga NBS Kota Kupang, Dermaga Sulamu di Kabupaten Kupang, serta Dermaga Kolbano di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).


Sebagai Anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi PSI, Simson Polin menyampaikan apresiasi atas kesiapan perencanaan KSOP Kupang. Ia menegaskan akan terus mengawal program-program tersebut agar terealisasi dengan baik, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat NTT.


Menurut Simson, NTT adalah wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut. Dermaga bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi menjadi simpul utama penghubung distribusi barang dan jasa antarpulau, penopang logistik, serta penggerak roda perekonomian daerah.


Dalam kesempatan itu, Simson Polin juga menyampaikan terima kasih atas perhatian KSOP Kupang terhadap kelancaran operasional kapal cepat, kapal logistik, hingga kapal pengangkut BBM yang melayani wilayah Rote dan daerah kepulauan lainnya. Ia mengakui sempat berulang kali melakukan komunikasi, bahkan hingga larut malam, demi memastikan layanan transportasi laut tetap berjalan.


“Saya melihat ada ketegasan dalam komunikasi, namun itu saya pahami sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab. Kami di daerah kepulauan sangat bergantung pada kapal cepat, kapal logistik, dan kapal BBM,” ungkapnya.


Simson menilai, apa yang sudah berjalan dengan baik perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Anggaran yang tersedia, kata dia, harus terus didorong agar mampu menghadirkan dermaga yang layak dan berkelanjutan, seperti Dermaga NBS sepanjang 26 meter, Dermaga Sulamu 54 meter, dan Dermaga Kolbano 20 meter.


Dengan terealisasinya pembangunan dermaga-dermaga tersebut, Simson optimistis konektivitas wilayah di NTT akan semakin kuat, distribusi logistik menjadi lebih efisien, serta pelayanan transportasi laut semakin aman dan merata.


“Sebagai wakil rakyat, saya akan terus mengawal agar program ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat NTT,” pungkasnya.


Dengan komitmen pengawalan DPRD dan perencanaan KSOP Kupang, pembangunan dermaga di NTT diharapkan menjadi fondasi kuat konektivitas wilayah kepulauan. Bagi masyarakat kepulauan NTT, dermaga bukan sekadar bangunan, melainkan urat nadi kehidupan yang menghubungkan harapan dari pulau ke pulau. Tantangan kepulauan hanya bisa dijawab dengan keberanian membangun konektivitas laut yang berkelanjutan dan berpihak pada rakyat.

✒️: kl