![]() |
| Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menyampaikan arahan saat membuka Musrenbang Tingkat Kecamatan Oebobo Tahun Perencanaan 2027 di Aula Kantor Camat Oebobo, Senin (23/2), didampingi jajaran perangkat daerah dan unsur DPRD. 📸 Eman Hala |
Kota Kupang, NTT– Wali Kota Kupang, Christian Widodo, memastikan usulan warga tak lagi sekadar aspirasi dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Oebobo untuk Tahun Perencanaan 2027. Penegasan itu disampaikannya saat membuka Musrenbang di Aula Kantor Camat Oebobo, Senin (23/2), sebagai bagian dari komitmen menghadirkan perencanaan pembangunan yang benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan forum strategis yang menjadi ruang sinkronisasi antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah. Di sinilah arah pembangunan disusun, dipilah, dan dipastikan relevan dengan kondisi riil di lapangan.
“Musrenbang adalah titik temu antara kebutuhan masyarakat dengan tanggung jawab pemerintah, yang kemudian diterjemahkan menjadi kebijakan dan program pembangunan. Karena itu forum ini sangat penting dan menentukan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Wali Kota menjelaskan inovasi kebijakan Pemerintah Kota Kupang berupa pengalokasian pagu indikatif sebesar Rp500 juta per kelurahan. Skema ini tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk paket program pembangunan yang nilainya setara dan dapat dipilih sesuai kebutuhan prioritas warga.
Program tetap melekat pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), namun setiap kelurahan diberikan ruang menentukan jenis kegiatan prioritas hingga mencapai nilai pagu yang telah ditetapkan.
“Dengan skema ini, setiap kelurahan memiliki kepastian alokasi program. Usulan masyarakat tidak lagi sekadar daftar aspirasi, tetapi menjadi dasar penyusunan program yang terukur dan dapat direalisasikan,” jelasnya.
Kebijakan pagu indikatif ini dinilai sebagai solusi atas persoalan klasik perencanaan pembangunan, di mana banyak usulan masyarakat kerap tidak terakomodasi karena keterbatasan anggaran atau tidak selaras dengan prioritas daerah. Melalui pendekatan ini, perencanaan menjadi lebih pasti, transparan, dan memiliki kepastian eksekusi.
Wali Kota juga menekankan pentingnya musyawarah di tingkat kelurahan agar usulan benar-benar disusun berdasarkan skala prioritas. Pemerintah Kota Kupang menetapkan komposisi pembangunan yakni 80 persen untuk infrastruktur, 10 persen untuk sosial budaya, dan 10 persen untuk ekonomi.
“Kata kuncinya adalah tepat sasaran. Program yang ditetapkan harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pendekatan ini merupakan penguatan pola perencanaan bottom-up. Seluruh OPD diminta menyelaraskan program kerja tahun 2027 dengan hasil Musrenbang kelurahan dan kecamatan agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan.
Sementara itu, Plt. Camat Oebobo, Zet Batmalo, S.H., M.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa Musrenbang Kecamatan Oebobo digelar untuk menyepakati program dan kegiatan prioritas hasil Musrenbang kelurahan yang telah disesuaikan dengan pagu indikatif Rp500 juta per kelurahan sebelum dibawa ke forum perangkat daerah dan Musrenbang tingkat kota.
Ia menjelaskan, tujuan kegiatan ini antara lain menetapkan skala prioritas pembangunan Kecamatan Oebobo Tahun 2027 secara partisipatif dan berbasis pagu anggaran, menjamin keterpaduan antara usulan masyarakat dan arah kebijakan pembangunan Kota Kupang, serta meningkatkan kualitas perencanaan agar lebih realistis, terukur, dan implementatif.
“Atas nama masyarakat Kecamatan Oebobo, kami menyampaikan apresiasi atas kebijakan pagu indikatif Rp500 juta per kelurahan. Kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam transformasi tata kelola perencanaan pembangunan yang lebih partisipatif dan akuntabel,” ungkapnya.
Musrenbang Kecamatan Oebobo diikuti kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari unsur DPRD dari daerah pemilihan Oebobo, pemerintah kecamatan dan kelurahan, perangkat daerah terkait, LPM, tokoh masyarakat, tokoh agama, LKK, perwakilan kelompok disabilitas, tim pendamping keluarga, unsur kesehatan, dunia pendidikan, swasta, serta pemangku kepentingan lainnya.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Oebobo Tahun Perencanaan 2027 yang mengusung tema “Peningkatan Kualitas dan Daya Saing SDM yang Sehat, Berkarakter, Inklusif dan Berkelanjutan”, bertempat di Aula Kantor Camat Oebobo, Senin (23/2).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, SH., Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang, Patrisius Tupen, S.E., para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, Kapolsek Maulafa, para lurah se-Kecamatan Oebobo, Ketua LPM, serta perwakilan masyarakat dari masing-masing kelurahan.
Melalui forum ini, diharapkan setiap usulan pembangunan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat, sehingga kebijakan yang dihasilkan semakin tepat sasaran, efektif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga Kecamatan Oebobo.
✍🏼 : Enjel Lasbaun/ kl
