![]() |
| Marselinus Anggur Ngganggus menyampaikan sikap DPRD NTT terkait dampak kerusakan mangrove di Maumere, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/3/2026). |
Kupang, NTT — Marselinus Anggur Ngganggus DPRD NTT menyoroti dampak serius kerusakan mangrove di Kota Uneng, Maumere, yang kini mulai dirasakan langsung oleh warga, termasuk naiknya air laut hingga ke rumah penduduk, Kamis, 26 Maret 2026.
Marselinus Anggur Ngganggus DPRD NTT mengungkapkan bahwa persoalan mangrove bukan lagi sekadar isu lingkungan, tetapi sudah menjadi ancaman nyata bagi masyarakat pesisir.
Warga, kata dia, mulai mengeluhkan air laut yang naik hingga mencapai tembok rumah akibat abrasi.
“Ini bukan lagi ancaman, tapi sudah terjadi. Air sudah masuk sampai ke rumah warga,” ujarnya.
Menurut Marselinus, mangrove memiliki fungsi vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Selain menahan abrasi, mangrove juga melindungi terumbu karang serta menjaga rantai makanan laut.
“Mangrove itu menjaga ekosistem. Kalau dia rusak, efeknya ke mana-mana,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa kerusakan mangrove akan memicu dampak yang lebih luas, termasuk meningkatnya lahan kritis dan gangguan terhadap ketahanan lingkungan.
Sebagai daerah kepulauan, NTT sangat bergantung pada keseimbangan alam.
“Kalau ini dibiarkan, dampaknya tidak hanya hari ini, tapi jangka panjang,” katanya.
Marselinus juga menyinggung adanya dugaan aktivitas ilegal di kawasan pesisir yang turut memperparah kondisi mangrove.
Menurutnya, hal ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Secara kelembagaan, Marselinus Anggur Ngganggus DPRD NTT menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan ini.
Informasi yang ada akan dibawa ke pimpinan Komisi IV untuk dibahas bersama stakeholder terkait.
“Kami akan rapatkan, cari solusi terbaik. Ini masalah serius,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penanganan tidak hanya sebatas reaksi, tetapi harus mencakup langkah preventif dan kuratif.
Tujuannya agar kerusakan tidak semakin meluas dan kondisi yang sudah rusak bisa dipulihkan.
Kerusakan mangrove kini tidak lagi sekadar isu lingkungan, tetapi telah menjadi ancaman nyata bagi kehidupan masyarakat pesisir.
Air laut tidak datang tiba-tiba.
Ia datang karena alam kehilangan pelindungnya.
Mangrove rusak, dampak pun nyata.
Bukan nanti, tapi sekarang.
Dan warga sudah merasakannya.
✒️: kl
