Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Gerakan Pangan Murah di Kupang: Harga Beras Turun, Stok NTT Aman

Rabu, 11 Maret 2026 | Maret 11, 2026 WIB Last Updated 2026-03-11T10:24:37Z

 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joas Bily Oemboe Wanda, SP, memberikan keterangan kepada media saat kegiatan Gerakan Pangan Murah hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi NTT dan Bulog di Kota Kupang, Rabu (11/3). Program ini bertujuan menstabilkan harga pangan dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kupang, NTT – Kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Perum Bulog menghadirkan program Gerakan Pangan Murah bagi masyarakat di Kota Kupang. Kegiatan ini digelar sebagai langkah pemerintah menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.


Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joas Bily Oemboe Wanda, SP, kepada media ini di Kota Kupang, Rabu (11/3), menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan program nasional yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.


“Gerakan pangan murah ini merupakan salah satu program pemerintah untuk menjaga stabilisasi harga pangan serta memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.


Menurut Joas, kegiatan tersebut juga menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan kondisi pangan tetap aman dan terkendali.


“Pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk melihat kondisi ekonomi masyarakat sekaligus menyatakan bahwa stok pangan di daerah NTT dalam kondisi aman,” jelasnya.


Pada pelaksanaan di Kota Kupang, Gerakan Pangan Murah digelar di beberapa titik strategis agar masyarakat lebih mudah mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.


“Hari ini kita ada empat titik bersama Bulog, Badan Pangan Nasional dan TVRI. Ini merupakan gerakan serentak se-Indonesia,” katanya.


Berbagai komoditas kebutuhan pokok dijual dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai, tomat hingga berbagai kebutuhan pangan lainnya.


“Beras premium hampir satu ton yang kita siapkan. Kemudian minyak goreng hampir dua ribu liter. Bawang merah, bawang putih, cabai, tomat serta beberapa kebutuhan masyarakat lainnya juga tersedia,” ungkap Joas.


Selain membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih murah, kegiatan ini juga bertujuan menyerap hasil produksi petani lokal.


“Sebagian besar produk yang dijual di sini merupakan produk lokal NTT. Termasuk beras yang berasal dari petani kita yang diserap Bulog dan kemudian dijual kepada masyarakat dalam bentuk beras SPHP,” jelasnya.


Ia mencontohkan, harga beras SPHP yang dijual pada kegiatan tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.


“Beras SPHP kemasan lima kilogram dijual sekitar Rp58.000. Jika dihitung per kilogram sekitar Rp12.000 sampai Rp13.000. Sementara di pasar harga beras yang sama bisa mencapai Rp14.000 sampai Rp15.000 per kilogram,” katanya.


Karena tingginya minat masyarakat, sebagian komoditas bahkan langsung habis terjual dalam waktu singkat.

“Contohnya beras SPHP yang kita siapkan sekitar enam ton sudah habis terjual,” tambahnya.


Meski demikian, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak sehingga semua warga yang datang dapat memperoleh kebutuhan pokok yang tersedia.


“Kami berharap masyarakat arif dan bijaksana dalam membeli supaya jangan semuanya diambil, sehingga masyarakat lain yang datang juga bisa mendapatkan kebutuhan mereka,” ujarnya.


Joas menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk Bulog, Badan Pangan Nasional, serta instansi terkait lainnya.


“Kegiatan seperti ini akan terus kita lakukan melalui kolaborasi bersama Bulog dan berbagai pihak terkait agar stabilisasi harga pangan tetap terjaga,” katanya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Badan Pangan Nasional, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.


“Kami juga berterima kasih kepada pemerintah pusat, Badan Pangan Nasional, serta semua pihak yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik,” pungkasnya.


Program Gerakan Pangan Murah diharapkan menjadi solusi menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di NTT.

✒️: kl