![]() |
| Koordinator dan warga Wuring menunjukkan laporan penggunaan dana perbaikan jalan yang dibuka secara transparan kepada publik di Maumere, 24 Maret 2026. |
Maumere, NTT, 24 Maret 2026 — Jalan Wuring swadaya transparan menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong warga. Di bawah koordinasi Alimudin, masyarakat bergerak memperbaiki jalan rusak sekaligus membuka seluruh penggunaan dana secara terbuka ke publik.
Perbaikan jalan Wuring bukan proyek pemerintah, melainkan gerakan kolektif masyarakat. Dana dikumpulkan dari berbagai pihak—warga, sopir pelabuhan, tokoh masyarakat, hingga lembaga dan perusahaan.
Total dana yang terkumpul mencapai Rp 26.736.000, dengan pengeluaran sebesar Rp 21.360.000.
Sisa saldo Rp 5.376.000 diumumkan secara terbuka sebagai bagian dari komitmen transparansi.
Nama-nama penyumbang pun dipublikasikan tanpa ditutup-tutupi. Ini mempertegas bahwa jalan Wuring swadaya transparan bukan sekadar slogan, tapi praktik nyata.
Dana digunakan untuk kebutuhan riil di lapangan, antara lain:
- Pembelian material
- Sewa alat berat (greder & vibro)
- Biaya operator
- Konsumsi dan akomodasi
- Pengawalan alat berat
- BBM (solar)
- Media dan publikasi
Selain dana tunai, ada juga bantuan berupa:
- Loader dari Dinas PUPR Sikka
- Bantuan solar dari berbagai pihak
- Material timbunan dari CV. Putra Nusantara
Semua dicatat dan dilaporkan secara rinci, memperkuat prinsip jalan Wuring swadaya transparan yang dijalankan warga.
Dikelola Tim, Dipertanggungjawabkan ke Publik
Kegiatan ini dikelola oleh tim yang jelas:
- Alimudin – Koordinator
- Hj. Ruslan – Sekretaris
- Munir – Bendahara
Setiap pemasukan dan pengeluaran dicatat dan dapat diakses publik. Tidak ada ruang untuk abu-abu.
Koordinator Alimudin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Ini bukti bahwa kebersamaan masih jadi kekuatan utama kita.”
Ia juga menegaskan bahwa kepercayaan adalah hal utama.
“Setiap rupiah adalah amanah. Kami wajib menjaganya.”
Apa yang terjadi di Wuring lebih dari sekadar perbaikan jalan. Ini adalah pesan sosial.
Tanpa seremoni. Tanpa janji. Jalan diperbaiki, laporan dibuka.
Dan satu pertanyaan muncul dengan sendirinya— kalau rakyat bisa transparan sampai rupiah terakhir, kenapa yang berwenang sering tidak?
Sedikit menohok, tapi sulit dibantah.
Jalan Wuring swadaya transparan menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu harus menunggu.
Ketika masyarakat bergerak, perubahan bisa terjadi.
Dan ketika kepercayaan dijaga, hasilnya nyata.
Rakyat Wuring sudah memberi contoh.
Transparansi bukan hal sulit.
Yang sulit adalah kemauan.
Dan di sini, kemauan itu terbukti ada.
