Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Undana Dorong Modernisasi RS Umum Menuju RSPTN Bereputasi

Selasa, 10 Maret 2026 | Maret 10, 2026 WIB Last Updated 2026-03-10T15:11:03Z

 

Delegasi Universitas Nusa Cendana (Undana) mengikuti Workshop Revitalisasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) di Rumah Sakit Universitas Padjadjaran, Bandung, Selasa (10/3/2026).

Bandung – Universitas Nusa Cendana (Undana) memperkuat langkah strategis untuk memodernisasi RS Umum Undana sebagai rumah sakit pendidikan yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Upaya tersebut dibahas dalam Workshop Revitalisasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) bertajuk “Penguatan Peran RSPTN dalam Kerangka Sistem Kesehatan Akademik Menuju Rumah Sakit Pendidikan Berkelas Internasional” yang berlangsung di Rumah Sakit Universitas Padjadjaran, Bandung, Selasa (10/3/2026).


Kegiatan kolaboratif antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dan Asosiasi RSPTN ini menjadi forum strategis untuk memperkuat peran rumah sakit perguruan tinggi dalam mendukung sistem kesehatan akademik di Indonesia.


Dalam pemaparannya, Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Undana menegaskan bahwa RS Umum Undana memiliki sejumlah potensi yang dapat menjadi fondasi kuat dalam pengembangan rumah sakit pendidikan.


RS Umum Undana berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektare dengan luas bangunan mencapai 1.215 meter persegi. Letaknya yang strategis membuat rumah sakit ini mudah diakses masyarakat serta berada dekat dengan kawasan pendidikan, sehingga menjadi sarana penting bagi pelayanan kesehatan sekaligus pendidikan klinis bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Undana.


“RS Umum Undana didukung oleh tenaga pendidik kompeten yang juga merupakan dosen aktif di Undana. Integrasi antara akademisi dan praktisi medis ini menjadi kunci dalam memberikan pelayanan berkualitas sekaligus mencetak tenaga kesehatan masa depan,” ujar Wakil Rektor II dalam sesi presentasi.


Berdasarkan data komposisi sumber daya manusia terbaru, RS Umum Undana saat ini diperkuat oleh 146 personel. Komposisi tersebut terdiri dari 23 dokter, termasuk 10 dokter spesialis di berbagai bidang seperti bedah, anak, obstetri dan ginekologi hingga forensik.


Selain itu terdapat 69 tenaga kesehatan lainnya, yang sebagian besar merupakan 50 perawat, serta 54 staf non-tenaga kesehatan yang mendukung operasional pelayanan rumah sakit.


Meski memiliki fondasi yang cukup kuat, Undana menilai penguatan sarana dan teknologi kesehatan masih menjadi prioritas penting dalam pengembangan rumah sakit pendidikan.


Saat ini sejumlah fasilitas pendukung seperti perpustakaan, ruang diskusi, ruang istirahat koas, hingga dukungan teknologi informasi telah tersedia untuk menunjang proses pendidikan klinis.


Namun untuk mencapai standar rumah sakit pendidikan berkelas internasional, Undana tengah memprioritaskan pemenuhan teknologi medis modern dan peralatan penunjang pendidikan klinis yang lebih komprehensif.


Revitalisasi ini diharapkan dapat memperkuat peran RS Umum Undana dalam ekosistem Academic Health System (AHS) yang mengintegrasikan pendidikan kedokteran, penelitian kesehatan, serta pelayanan medis bagi masyarakat.


Dengan penguatan fasilitas, teknologi, serta kolaborasi nasional, RS Umum Undana diproyeksikan tidak hanya menjadi rumah sakit pendidikan tingkat nasional, tetapi juga mampu berkembang sebagai pusat pelayanan kesehatan berbasis riset yang berdaya saing di tingkat internasional.


Keikutsertaan delegasi Undana dalam workshop ini menjadi langkah strategis universitas dalam menjalin sinergi dengan Ditjen Dikti dan jejaring RSPTN nasional guna memastikan peta jalan pengembangan rumah sakit pendidikan berjalan sesuai standar global.


Dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Undana, Prof. Dr. Paul Gabriel Tamelan, M.Si., hadir mewakili Rektor Undana. Ia didampingi Direktur RS Undana Dr. Efrisca M. Br. Damanik, M.Biomed., Sp.PA., MM., Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., serta Koordinator Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Kristian Ratu, Sp.OG.


Langkah modernisasi ini menjadi bagian dari komitmen Undana untuk memperkuat rumah sakit pendidikan yang terintegrasi dengan riset, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat..

✒️: kl