![]() |
| Suasana panen padi varietas unggulan IMPARI 32 di Desa Woda Mude, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, yang dihadiri petani bersama unsur TNI–Polri sebagai bentuk sinergi menjaga ketahanan pangan daerah, Jumat (25/4/2026). (Istimewa) |
Maumere, NTT — Panen padi IMPARI 32 Sikka di Desa Woda Mude, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, menjadi momentum penting kebangkitan sektor pertanian lokal. Kegiatan panen simbolis yang digelar pada 25 April 2026 itu memperlihatkan hamparan sawah menguning seperti lautan emas, menandai keberhasilan petani dalam meningkatkan produktivitas melalui penggunaan benih unggulan.
Kegiatan panen padi IMPARI 32 Sikka tersebut berlangsung di lahan Kelompok Tani Mapan Berdikary dan dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari Dandim 1603 Sikka, Danlanal Maumere, perwakilan Kapolres Sikka, Kabid PSP Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, hingga pemerintah kecamatan dan desa setempat.
Ketua Kelompok Tani Mapan Berdikary, Darman Eldin, mengungkapkan bahwa keberhasilan panen padi IMPARI 32 Sikka ini tidak terlepas dari penggunaan benih unggulan serta pendampingan yang konsisten dari penyuluh pertanian.
“Panen kali ini membuktikan bahwa penggunaan benih unggulan seperti IMPARI 32 benar-benar memberikan hasil yang maksimal. Kami sebagai petani merasa sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari penyuluh serta dukungan dari pemerintah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, hasil yang diperoleh merupakan buah dari proses panjang yang tidak instan, mulai dari pengolahan lahan yang tepat, pemilihan bibit berkualitas, hingga perawatan tanaman yang dilakukan secara intensif.
“Ini bukan hasil yang datang tiba-tiba. Semua melalui kerja keras dan proses yang panjang,” tambahnya.
Kehadiran unsur TNI dan Polri dalam kegiatan panen padi IMPARI 32 Sikka menjadi simbol kuat sinergi lintas sektor dalam menjaga dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dandim 1603 Sikka bersama jajaran serta perwakilan Polres Sikka menunjukkan komitmen aparat dalam mendukung sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan pangan.
Sementara itu, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Sikka menegaskan bahwa keberhasilan ini akan menjadi pijakan untuk memperluas penggunaan varietas unggulan di wilayah lain.
Keberhasilan panen padi IMPARI 32 Sikka ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi petani lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas.
Darman Eldin berharap program seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus dikembangkan agar lebih banyak petani merasakan manfaatnya.
“Harapan kami, program seperti ini terus berlanjut dan diperluas, supaya lebih banyak petani merasakan manfaatnya dan kesejahteraan kami bisa meningkat,” ujarnya.
Panen simbolis ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi antara petani, pemerintah, dan aparat bukan sekadar formalitas, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata di lapangan.
Dari Desa Woda Mude, Magepanda, sektor pertanian Sikka menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat dan kerja bersama, hasil besar bukan lagi sekadar harapan.
Ketika petani didukung dan benih unggulan ditanam, bukan hanya padi yang tumbuh—tetapi juga masa depan ketahanan pangan daerah.
✒️: Albert Cakramento
