Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Waspada Tekanan Ekonomi, Alfred Zacharias: Perkuat Sektor Primer Hadapi Ketidakpastian

Minggu, 26 April 2026 | April 26, 2026 WIB Last Updated 2026-04-26T04:22:54Z

 

Alfred H. J. Zacharias, mantan Sekda Rote Ndao, menyampaikan pandangan terkait tekanan ekonomi nasional dan pentingnya penguatan sektor primer.

Kupang, NTT —Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Alfred H. J. Zacharias, mengingatkan masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tekanan ekonomi yang saat ini mulai dirasakan secara nasional.


Dalam catatan yang dibagikannya pada Rabu (23/4/2026), Alfred menilai kondisi ekonomi Indonesia menunjukkan sejumlah indikator yang perlu diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi krisis yang lebih dalam.


Alfred memaparkan bahwa tekanan ekonomi tercermin dari meningkatnya beban utang negara, pelebaran defisit anggaran, hingga melemahnya nilai tukar rupiah.


Total utang Indonesia disebut telah mencapai sekitar Rp 9.638 triliun, dengan utang jatuh tempo sebesar Rp 833 triliun dan beban bunga yang diperkirakan mencapai Rp 599 triliun pada tahun 2026.


Di sisi lain, defisit APBN juga terus mengalami peningkatan dari bulan ke bulan, menunjukkan adanya tekanan pada fiskal negara.


Nilai tukar rupiah pun telah melampaui asumsi APBN, dari target Rp 16.500 per dolar AS menjadi sekitar Rp 17.301 per dolar AS di pasar.


Tekanan ekonomi global turut dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia yang telah mencapai 102 dolar AS per barel, jauh di atas asumsi APBN sebesar 70 dolar AS.


Kondisi ini berdampak langsung pada kenaikan harga energi di dalam negeri, mulai dari elpiji non-subsidi hingga bahan bakar minyak, yang pada akhirnya mempengaruhi biaya hidup masyarakat.


Selain sektor riil, tekanan juga terlihat pada pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan dari sekitar 9.100 pada awal tahun menjadi 7.400 pada April 2026.


Penurunan ini mencerminkan adanya ketidakpastian ekonomi yang turut memengaruhi kepercayaan pasar.


Melihat kondisi tersebut, Alfred mengingatkan bahwa situasi saat ini memiliki kemiripan dengan periode menjelang krisis ekonomi 1998.


Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif sejak dini agar tekanan ekonomi tidak berkembang menjadi krisis yang lebih besar.


Sebagai solusi, Alfred menegaskan pentingnya memperkuat sektor primer seperti pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai fondasi ketahanan ekonomi.


Menurutnya, sektor primer lebih stabil karena langsung berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga relatif lebih tahan terhadap gejolak ekonomi global dibanding sektor lainnya.


“Ketahanan ekonomi harus dimulai dari daerah, dengan memperkuat sektor riil yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.


Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.


Penguatan sektor primer dinilai tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi daerah, tetapi juga menjadi benteng utama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi nasional.


Peringatan yang disampaikan Alfred menjadi sinyal penting bagi semua pihak untuk lebih waspada dan memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat daerah.


Dalam situasi penuh ketidakpastian, kekuatan ekonomi sejati bukan pada sektor yang paling besar—tetapi pada sektor yang paling mendasar.

✒️: kl