Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Didatangi Sekelompok Orang Saat di Kebun, Warga TTU Tumbang Dikeroyok

Jumat, 15 Mei 2026 | Mei 15, 2026 WIB Last Updated 2026-05-15T03:41:05Z

 


Kefamenanu, NTT Seorang warga di Desa Susulaku A, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), diduga menjadi korban pengeroyokan setelah didatangi sekelompok orang saat berada di kebun. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian wajah dan kepala, sementara kasusnya kini masih dalam penyelidikan Polres TTU.


Kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan itu dilaporkan korban bernama Redemtus Antonius Anapah ke Polres TTU pada Jumat, 8 Mei 2026, setelah peristiwa yang terjadi sehari sebelumnya, Kamis, 7 Mei 2026.


Kapolres TTU AKBP Eliana Papote melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres TTU, Ipda Markus Wilco Mitang, mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan penyidik bagian Reserse Kriminal (Reskrim) terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.


“Saya tanya dulu ke teman-teman Reskrim untuk perkembangan kasusnya, nanti saya infokan,” ujarnya saat dikonfirmasi media, Jumat (15/5/2026).


Ia menjelaskan, laporan tersebut masih berada pada tahap penyelidikan karena baru sekitar satu minggu diterima pihak kepolisian.


“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan karena baru satu minggu dilaporkan,” jelasnya.


Berdasarkan keterangan keluarga korban, peristiwa itu diduga berawal dari persoalan yang melibatkan anak-anak korban saat bermain bola di lapangan sekolah pada Kamis sore.


Korban yang tidak terima anak-anaknya dipukul kemudian mendatangi rumah pihak yang diduga pelaku untuk meminta klarifikasi. Namun situasi disebut sempat memanas hingga korban mendapat ancaman.


Keesokan harinya, saat korban berada di kebun dan memagari jalan yang menurut keluarga bukan merupakan jalan umum, korban didatangi sejumlah orang yang diduga pelaku. Saat itulah korban diduga langsung dikeroyok menggunakan tangan kosong hingga mengalami luka di bagian wajah dan kepala.


Keluarga korban juga menegaskan bahwa lokasi jalan yang dipersoalkan bukan merupakan fasilitas umum.


“Kami tegaskan dan luruskan bahwa jalan itu bukan jalan umum, hanya selama ini warga setempat melewati lokasi itu untuk mempersingkat jarak,” ungkap salah satu keluarga korban.


Hingga kini, belum ada informasi resmi terkait apakah para terduga pelaku telah diperiksa secara intensif maupun dilakukan penahanan. Polisi disebut masih terus mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti guna mengungkap secara jelas kronologi serta pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

✒️:***