Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Bang Ebit Bawa Bantuan Produktif, Maukaro Bersiap Jadi Sentra Ayam Petelur

Selasa, 09 Juni 2026 | Juni 09, 2026 WIB Last Updated 2026-06-08T22:55:48Z

 


ENDE, NTTKecamatan Maukaro mulai menatap peluang baru dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Melalui bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Pupuk Indonesia yang difasilitasi Tani Merdeka Indonesia (TMI), masyarakat kini mendapatkan dukungan lengkap untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur yang diproyeksikan menjadi salah satu sektor unggulan di wilayah tersebut.


Bantuan tersebut diserahkan pada Senin, 8 Juni 2026, kepada Karang Taruna setempat sebagai kelompok penerima manfaat. Penyerahan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Umum Politik Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Wilfridus Yons Ebit atau yang akrab disapa Bang Ebit.


Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai mampu memberikan manfaat jangka panjang. Berbeda dengan bantuan yang bersifat konsumtif, dukungan yang diberikan kali ini diarahkan untuk menciptakan usaha produktif yang dapat menghasilkan pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.


Dalam sambutannya, Bang Ebit menegaskan bahwa pembangunan desa membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kemajuan desa tidak dapat dicapai apabila masyarakat hanya menunggu bantuan tanpa berupaya mengembangkan potensi yang dimiliki.


“Yang terpenting bukan soal kelompok atau perbedaan yang ada, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun desa. Masyarakat harus menjadi bagian dari pembangunan dan memanfaatkan setiap peluang yang hadir untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa Maukaro memiliki potensi besar untuk berkembang jika masyarakat diberikan akses dan dukungan yang memadai. Karena itu, program pemberdayaan ekonomi harus diarahkan pada sektor yang memiliki peluang pasar dan mampu menciptakan lapangan kerja baru. 


Bantuan yang disalurkan meliputi bibit ayam petelur, kandang ayam baterai, pakan ayam petelur, material pembangunan kandang, vitamin pendukung produksi, rak geser mesin tetas, mesin tetas otomatis, hingga dukungan tenaga kerja untuk menunjang operasional peternakan.


Menurut Bang Ebit, kelengkapan bantuan tersebut dirancang agar kelompok penerima tidak hanya memulai usaha, tetapi juga memiliki sarana yang cukup untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.


Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat. Mereka menilai kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi salah satu solusi dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi desa.


Dengan dukungan fasilitas yang memadai, Maukaro kini mulai dipersiapkan sebagai salah satu sentra peternakan ayam petelur di Kabupaten Ende. Kehadiran usaha tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan telur masyarakat lokal sekaligus membuka peluang pemasaran ke wilayah lain.


Program kolaborasi antara Tani Merdeka Indonesia dan PT Pupuk Indonesia ini menjadi contoh nyata bahwa pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran dapat menciptakan usaha produktif, membuka lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.


Masyarakat pun berharap langkah awal yang telah dimulai ini dapat berkembang menjadi gerakan ekonomi yang lebih besar, sehingga Maukaro tidak hanya dikenal sebagai wilayah pertanian, tetapi juga sebagai sentra produksi ayam petelur yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. (Red)