Rote Ndao, NTT – Bupati Rote Ndao menyambut kunjungan kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia bersama rombongan pada Rabu (24/6/2026). Kunjungan tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk memperkenalkan berbagai potensi strategis daerah, mulai dari peluang investasi, pengembangan kawasan K-SIGN, hingga promosi tenun ikat sebagai produk unggulan masyarakat.
Dalam agenda pertama, Bupati bersama rombongan meninjau langsung kawasan K-SIGN guna melihat perkembangan yang telah dicapai sekaligus membahas peluang pengembangan kawasan tersebut di masa mendatang.
Pada kesempatan itu, Bupati berdiskusi dengan para tamu mengenai berbagai peluang kerja sama yang dapat dibangun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Rote Ndao melalui pengembangan sektor-sektor unggulan yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
Menurut Bupati, kunjungan para mitra dan calon investor ke lapangan merupakan langkah penting dalam membangun kepercayaan sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih konkret.
"Kehadiran para mitra untuk melihat langsung kondisi di lapangan menjadi modal penting dalam memperkuat kerja sama dan menarik investasi bagi kemajuan Kabupaten Rote Ndao," ujarnya.
Usai meninjau kawasan K-SIGN, rombongan melanjutkan kunjungan ke sentra tenun ikat di Debelah Kali, Kelurahan Namodale.
Di lokasi tersebut, rombongan melihat langsung proses pembuatan tenun ikat yang menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Rote Ndao. Selain berdialog dengan para penenun mengenai tantangan usaha yang dihadapi, Bupati juga mengajak Duta Besar RI untuk Australia, Mr. David selaku Managing Director dan Mr. Tony selaku Marketing Manager BCI Mineral, untuk membeli hasil tenun ikat karya masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM tenun di Kabupaten Rote Ndao.
Bupati berharap kunjungan tersebut dapat memperluas promosi tenun ikat Rote hingga ke pasar nasional maupun internasional.
Menutup rangkaian kegiatan, Bupati bersama Tim Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) serta Baperida Kabupaten Rote Ndao menggelar asistensi dan diskusi mengenai penyusunan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027.
Dalam pembahasan tersebut, pemerintah daerah menyoroti tantangan fiskal akibat tren penurunan transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah yang terjadi setiap tahun.
Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam menyusun prioritas pembangunan agar tetap berjalan efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao optimistis berbagai peluang investasi dan kerja sama yang sedang dibangun dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat perekonomian daerah di masa mendatang.
✒️: kl
