Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Dorong Kemandirian Pangan, Tani Merdeka Kirim 6 Unit Traktor ke Ngada

Rabu, 10 Juni 2026 | Juni 10, 2026 WIB Last Updated 2026-06-09T21:47:44Z

 


NGADA, NTT – Upaya memperkuat kemandirian pangan nasional tidak cukup hanya melalui kebijakan di atas meja. Dukungan nyata kepada petani di lapangan menjadi faktor penting untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat. Semangat itulah yang ditunjukkan Tani Merdeka Indonesia dengan menyalurkan enam unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Kabupaten Ngada, Selasa (9/6/2026).


Bantuan yang berasal dari Kementerian Pertanian RI tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua DPP Tani Merdeka Indonesia, Wilfridus Yons Ebit, dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Ngada.


Penyaluran alsintan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat modernisasi sektor pertanian sekaligus memperkuat kapasitas petani dalam mengelola lahan secara lebih efektif dan produktif.


Dalam kesempatan itu, Yons Ebit menegaskan bahwa pembangunan pertanian ke depan harus bertumpu pada dua hal utama, yakni ketersediaan data yang akurat dan dukungan sarana produksi yang memadai. Menurutnya, berbagai program strategis pemerintah membutuhkan basis data yang kuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani.


“Pertanian modern harus dimulai dari data yang akurat. Kita perlu mengetahui luas lahan yang tersedia, jenis komoditas yang dikembangkan, hingga potensi produksi yang dimiliki setiap wilayah. Dengan data yang baik, program pemerintah dapat dirancang lebih tepat sasaran dan memberikan dampak yang maksimal,” ujarnya.


Ia menjelaskan, pembangunan bank data pertanian menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung berbagai program nasional, termasuk penguatan Koperasi Merah Putih, hilirisasi sektor pertanian, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini terus diperluas pemerintah.


Namun menurutnya, penguatan data tidak boleh berhenti pada perencanaan semata. Kehadiran bantuan alsintan menjadi bukti bahwa peningkatan produksi pertanian juga membutuhkan dukungan konkret yang langsung menyentuh kebutuhan petani.


Sebanyak enam unit alsintan yang diserahkan terdiri atas dua unit traktor roda dua dan empat unit traktor roda empat. Peralatan tersebut akan dimanfaatkan kelompok tani penerima untuk mempercepat pengolahan lahan, menekan biaya produksi, dan meningkatkan efisiensi kerja di sektor pertanian.


Bagi para petani, bantuan tersebut menjadi angin segar yang telah lama dinantikan. Selama ini, keterbatasan alat menjadi salah satu kendala utama dalam pengolahan lahan, terutama saat memasuki musim tanam.


Petrus Mau, anggota Kelompok Tani Kanviro di Desa Watukapu, Kecamatan Bajawa Utara, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima kelompoknya.


Menurut Petrus, kehadiran traktor akan sangat membantu petani dalam mengolah lahan secara lebih cepat dibandingkan metode konvensional yang selama ini digunakan.


“Kami sangat berterima kasih kepada Tani Merdeka Indonesia yang sudah membantu petani secara langsung. Bantuan ini memang yang kami butuhkan karena dapat mempercepat pekerjaan di lahan dan membantu meningkatkan hasil pertanian. Kami berharap dukungan seperti ini terus berlanjut,” katanya.


Ia menambahkan, perhatian yang diberikan kepada petani menunjukkan adanya keberpihakan nyata terhadap masyarakat yang selama ini menjadi tulang punggung penyedia pangan.


Apresiasi juga datang dari Bupati Ngada, Raymundus Bena. Ia menilai Tani Merdeka Indonesia telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ngada dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada Tani Merdeka Indonesia yang terus memberikan perhatian kepada petani. Bantuan yang diberikan sangat membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.


Bupati menjelaskan bahwa berbagai bantuan pertanian yang telah masuk ke Kabupaten Ngada selama beberapa tahun terakhir memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan sektor pertanian daerah. Menurutnya, dukungan seperti itu sangat penting karena tidak seluruh kebutuhan dapat dipenuhi melalui kemampuan anggaran daerah.


Karena itu, ia mengajak seluruh kelompok tani untuk terus membangun koordinasi dengan penyuluh pertanian serta pemerintah desa agar data pertanian dapat terkelola dengan baik dan memudahkan akses terhadap berbagai program pemerintah.


Penyerahan enam unit traktor tersebut menjadi gambaran bahwa upaya mewujudkan kemandirian pangan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan petani. Ketika dukungan sarana produksi tersedia, pengelolaan data semakin baik, dan pendampingan terus dilakukan, maka produktivitas pertanian akan meningkat dan kesejahteraan petani dapat terwujud secara berkelanjutan.


Melalui langkah nyata ini, Tani Merdeka Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk hadir bersama petani, memperkuat produksi pangan, dan mendorong pertanian Ngada menuju masa depan yang lebih maju dan mandiri.

✒️: Albert Cakramento