Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Ketika Kerinduan Petani Terjawab, Yons Ebit Disambut Ritual Sakral Jia Ura Ngana di Sobosatu

Rabu, 10 Juni 2026 | Juni 10, 2026 WIB Last Updated 2026-06-09T21:59:45Z

 


NGADA, NTT – Kerinduan panjang masyarakat tani Desa Sobosatu, Kecamatan Golewa Barat, akhirnya menemukan jawabannya. Setelah bertahun-tahun berharap ada sosok yang benar-benar hadir mendengar suara mereka, ratusan petani dan tokoh adat menyambut kedatangan Wakil Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI), Wilfridus Yons Ebit, dengan ritual adat sakral Jia Ura Ngana, Selasa malam (9/6/2026).


Penyambutan itu bukan sekadar seremoni adat. Bagi masyarakat Sobosatu, prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan rasa syukur atas hadirnya sosok yang dinilai memiliki kepedulian terhadap perjuangan dan masa depan petani.


Sejak sore hari, warga dari berbagai penjuru desa mulai berdatangan ke lokasi acara. Tokoh adat, pemuda, perempuan, hingga para petani berkumpul dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Ketika Yons Ebit tiba, prosesi adat langsung dimulai dengan tata cara yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat setempat.


Ritual Jia Ura Ngana merupakan salah satu bentuk penghormatan tertinggi dalam tradisi masyarakat Ngada. Ritual ini biasanya diberikan kepada tamu yang dianggap membawa niat baik, persaudaraan, serta harapan bagi kehidupan masyarakat.


Di tengah suasana yang khidmat, para tetua adat memanjatkan doa-doa adat sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar hubungan yang terjalin dapat membawa manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.


Ketua Kelompok Tani Papawiu, Nikolaus Tua, mengatakan masyarakat Sobosatu selama ini mendambakan perhatian yang lebih besar terhadap sektor pertanian. Menurutnya, petani sering kali menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari akses sarana produksi hingga dukungan pengembangan usaha tani.


Karena itu, kehadiran Yons Ebit disambut dengan antusiasme yang luar biasa. Bagi mereka, kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa masih ada pihak yang bersedia turun langsung melihat kondisi petani di lapangan.


“Penyambutan ini lahir dari hati masyarakat. Kami ingin menunjukkan rasa hormat dan penghargaan kepada orang yang mau datang mendengar suara petani. Selama ini banyak harapan yang kami simpan, dan malam ini kami merasa harapan itu mulai mendapatkan perhatian,” ujar Nikolaus.


Ia menambahkan bahwa masyarakat Sobosatu tidak hanya menginginkan bantuan sesaat, tetapi juga pendampingan dan perhatian yang berkelanjutan agar sektor pertanian dapat berkembang lebih baik di masa depan.


Suasana haru tampak mewarnai jalannya acara. Sejumlah warga mengaku bangga karena desa mereka mendapat kesempatan menerima kunjungan langsung dari salah satu tokoh yang selama ini aktif memperjuangkan kepentingan petani melalui Tani Merdeka Indonesia.


Bagi para petani, perhatian yang diberikan bukan hanya soal program atau bantuan, tetapi juga tentang kehadiran dan kesediaan mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.


Dalam kesempatan tersebut, Yons Ebit menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Sobosatu. Ia menegaskan bahwa kemajuan pertanian tidak dapat dicapai tanpa keterlibatan aktif para petani sebagai pelaku utama pembangunan pangan.


Menurutnya, petani harus menjadi bagian penting dalam setiap kebijakan pembangunan pertanian. Karena itu, Tani Merdeka Indonesia akan terus berupaya menjembatani kebutuhan petani dengan berbagai program yang dapat mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.


“Kemajuan pertanian harus dimulai dari mendengar kebutuhan petani. Apa yang menjadi harapan masyarakat harus menjadi perhatian bersama agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi mereka yang bekerja di sektor pertanian,” katanya.


Malam adat di Sobosatu akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda penyambutan. Di balik ritual yang berlangsung sakral, tersimpan harapan besar masyarakat akan masa depan pertanian yang lebih baik.


Ketika masyarakat merasa didengar dan diperhatikan, tumbuh keyakinan bahwa perubahan bukanlah sesuatu yang mustahil. Dari Desa Sobosatu, semangat itu kembali menyala—semangat untuk membangun pertanian yang lebih maju, mandiri, dan mampu menghadirkan kesejahteraan bagi para petani dan keluarganya.

✒️: Albert Cakramento