Maumere, NTT, 16 Juni 2026 – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Kabupaten Sikka melalui aksi swadaya perbaikan ruas jalan Kewapante–Watublapi yang selama ini menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat dan pariwisata.
Di tengah kegiatan tersebut, Wilfridus Yons Ebit yang sedang melintas di jalur tersebut menyempatkan diri berhenti untuk menyapa dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang terlibat dalam aksi perbaikan jalan.
Dalam kesempatan itu, Yons Ebit menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sanggar Bliran Sina Watublapi, Sanggar Doka Tawa Tana, komunitas pariwisata, serta seluruh masyarakat yang bergotong royong memperbaiki ruas jalan yang kondisinya mulai memprihatinkan.
Menurutnya, apa yang dilakukan masyarakat merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan pengguna jalan sekaligus wujud tanggung jawab sosial untuk menjaga akses publik yang menjadi kebutuhan bersama.
"Kebetulan ruas jalan Kewapante–Watublapi ini juga merupakan akses menuju kampung saya di Kloangpopot.
Karena itu saya sangat memahami kondisi jalan ini dan merasakan langsung betapa pentingnya keberadaan jalan yang layak bagi masyarakat. Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sanggar Bliran Sina Watublapi, Sanggar Doka Tawa Tana, serta seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk kegiatan ini," ujar Yons Ebit.
Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat merupakan warisan budaya yang harus terus dipelihara di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah.
Menurutnya, jalan Kewapante–Watublapi bukan hanya berfungsi sebagai jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi urat nadi aktivitas ekonomi masyarakat, akses pendidikan, pelayanan sosial, serta jalur menuju berbagai destinasi budaya dan pariwisata di wilayah Watublapi dan sekitarnya.
"Ketika masyarakat bergerak bersama tanpa melihat perbedaan, maka pekerjaan yang berat pun dapat diselesaikan. Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dirawat karena menjadi kekuatan utama masyarakat dalam membangun daerah," katanya.
Yons Ebit juga berharap perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah tersebut dapat terus ditingkatkan sehingga masyarakat tidak harus selalu bergantung pada upaya swadaya untuk mengatasi kerusakan jalan yang berdampak pada keselamatan pengguna jalan.
Aksi gotong royong tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, komunitas budaya, pelaku pariwisata, dan relawan yang secara sukarela turun langsung ke lapangan. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa nilai solidaritas dan kepedulian sosial masih hidup dan tumbuh kuat di tengah masyarakat Sikka.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas publik demi kepentingan bersama.
"Gotong royong adalah kekuatan rakyat. Ketika masyarakat bersatu, tidak ada persoalan yang terlalu berat untuk diselesaikan," tutup Yons Ebit.
