Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Jefri Bale Ajak Sivitas Akademika Bangun Green Campus di Momentum Dies Natalis ke-64

Rabu, 10 Juni 2026 | Juni 10, 2026 WIB Last Updated 2026-06-10T08:02:32Z

 


KUPANG, NTT – Momentum perayaan Dies Natalis ke-64 Universitas Nusa Cendana (Undana) dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat komitmen membangun budaya kampus yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan semangat green campus sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan perguruan tinggi.


Ajakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan jalan sehat yang dirangkaikan dengan aksi pungut sampah di kawasan Kampus Undana, Jumat (5/6/2026). Kegiatan yang menjadi pembuka rangkaian Dies Natalis ke-64 itu diikuti ratusan peserta yang terdiri dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga unsur pendukung lainnya.


Sejak pagi hari, peserta berkumpul di halaman Gedung Klinik Pratama Undana sebelum memulai perjalanan menyusuri sejumlah ruas jalan di dalam kampus. Tidak hanya berolahraga, mereka juga membawa kantong sampah untuk mengumpulkan sampah plastik maupun sampah organik yang ditemukan di sepanjang rute.


Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, memimpin langsung kegiatan tersebut. Menurutnya, membangun kampus yang hijau dan ramah lingkungan tidak cukup hanya melalui slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang melibatkan seluruh warga kampus.


"Kampus harus menjadi contoh bagi masyarakat. Budaya hidup bersih dan kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari diri kita sendiri dan dari lingkungan tempat kita bekerja serta belajar setiap hari," ujarnya.


Sebelum kegiatan dimulai, Rektor Undana melepas balon ke udara sebagai simbol harapan dan optimisme menyongsong usia baru universitas yang memasuki tahun ke-64. Pelepasan balon tersebut disambut antusias oleh peserta yang kemudian mengikuti senam kebugaran bersama.


Dalam sambutannya, Prof. Jefri Bale menegaskan bahwa Dies Natalis bukan sekadar perayaan bertambahnya usia institusi, melainkan momentum refleksi untuk melihat sejauh mana kontribusi Undana bagi pembangunan masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Timur.


Menurutnya, sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di NTT, Undana memiliki tanggung jawab besar untuk terus menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Ia juga menyinggung perjalanan hampir enam bulan kepemimpinannya sejak dilantik sebagai Rektor Undana pada Desember 2025 lalu. Dalam periode tersebut, berbagai upaya pembenahan terus dilakukan guna meningkatkan kualitas tata kelola universitas, pelayanan akademik, dan penguatan budaya kerja di lingkungan kampus.


Prof. Jefri menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika yang selama ini tetap menjaga komitmen dan loyalitas dalam mendukung kemajuan Undana. Ia menilai kebersamaan menjadi modal utama untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada.


"Banyak harapan masyarakat NTT yang dititipkan kepada Undana. Karena itu kita harus tetap menjaga persatuan, saling menghargai perbedaan, dan bekerja bersama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa serta masyarakat," katanya.


Menurutnya, perbedaan pandangan dalam sebuah institusi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun kolaborasi dan semangat kebersamaan demi mencapai tujuan bersama.


Selain berbicara mengenai lingkungan dan tata kelola kampus, Rektor Undana juga membagikan refleksi mengenai pentingnya ketangguhan mental dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan maupun pekerjaan.


Ia mengingatkan bahwa setiap individu perlu belajar menerima kegagalan sebagai bagian dari proses menuju keberhasilan. Menurutnya, kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadi lebih baik.


"Kita harus berani berdamai dengan kegagalan. Dari kegagalan kita belajar, dari kegagalan kita bertumbuh, dan dari kegagalan pula kita menjadi lebih kuat untuk menghadapi tantangan berikutnya," tuturnya.


Melalui kegiatan jalan sehat dan aksi pungut sampah tersebut, Undana berharap semangat green campus dapat terus tumbuh dan menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan kampus. Gerakan itu juga diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.


Bagi Undana, perayaan Dies Natalis ke-64 bukan hanya tentang mengenang perjalanan panjang institusi, melainkan juga tentang memperkuat komitmen untuk terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdampak, dan peduli terhadap lingkungan.


Dengan semangat kebersamaan, pelayanan, dan kepedulian terhadap lingkungan, Undana menatap usia ke-64 sebagai momentum untuk melahirkan inovasi baru serta memperkuat kontribusi bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur dan Indonesia.

✒️: kl