Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Produk Siswa SMK Laris, NTT Mart Bukukan Pendapatan Rp16,5 Juta

Kamis, 25 Juni 2026 | Juni 25, 2026 WIB Last Updated 2026-06-25T07:47:26Z

 


KUPANG, NTTNTT Mart, salah satu program unggulan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendorong pemasaran produk karya siswa SMK sekaligus memperkuat kewirausahaan, mulai menunjukkan hasil positif. Sejak resmi beroperasi, etalase produk SMK se-Kota Kupang itu telah membukukan pendapatan sebesar Rp16,5 juta, menandai tingginya minat masyarakat terhadap hasil karya peserta didik sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi pendidikan di daerah.


Hal itu disampaikan Kepala SMKN 2 Kupang, Hebner Dakabesi, saat memberikan keterangan kepada wartawan di NTT Mart, Kamis (25/6/2026).


Menurut Hebner, NTT Mart dihadirkan sebagai etalase yang menampilkan berbagai produk hasil pembelajaran siswa SMK di Kota Kupang. Program tersebut tidak hanya menjadi tempat pemasaran hasil karya siswa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran berbasis kewirausahaan agar lulusan SMK memiliki pengalaman berbisnis sejak masih berada di bangku sekolah.


"NTT Mart merupakan etalase hasil pembelajaran seluruh SMK di Kota Kupang. Program ini juga menjadi bagian dari pengembangan kewirausahaan di SMK," ujarnya.


Ia menjelaskan, SMKN 2 Kupang memiliki 12 konsentrasi keahlian yang menghasilkan berbagai jenis jasa maupun produk.


Pada sektor jasa, siswa melayani berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari produksi siaran melalui program Broadcasting dan Perfilman, layanan desain bangunan dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) melalui Desain Pemodelan Informasi Bangunan, hingga jasa survei dan pemetaan melalui program Geomatika.


Sementara itu, dari sektor produksi, siswa menghasilkan berbagai produk seperti mebel, kerajinan berbahan kayu, produk konstruksi, hingga hasil pengelasan yang dinilai memiliki kualitas bersaing dengan produk industri.


Hebner mengatakan operasional NTT Mart berlangsung setiap hari dengan didukung dua orang staf yang bertugas mengelola aktivitas penjualan. Seluruh transaksi dicatat secara berkala dan dilaporkan setiap minggu kepada kepala sekolah sebagai bahan evaluasi perkembangan usaha.


"Semua transaksi dicatat dengan baik dan dilaporkan secara berkala kepada kepala sekolah agar perkembangan penjualan dapat terus dipantau," jelasnya.


Sejak dibuka hingga saat ini, NTT Mart telah membukukan pendapatan sekitar Rp16,5 juta yang berasal dari pembelian masyarakat maupun lingkungan sekolah.


Meski demikian, menurut Hebner, tingkat kunjungan masyarakat masih terus perlu ditingkatkan. Karena itu pihak sekolah menggagas Gerakan Mencintai Produk Anak Murid untuk mendorong guru, pegawai, dan masyarakat lebih mencintai serta membeli hasil karya siswa.


Ia juga mengungkapkan bahwa pada kegiatan kokurikuler bulan Mei lalu, siswa berhasil menghasilkan sekitar 81 produk berbahan kayu dan besi yang kini dipajang di NTT Mart sebagai hasil pembelajaran berbasis proyek.


Selain memasarkan produk SMKN 2 Kupang, NTT Mart juga menjadi etalase bersama bagi produk dari SMKN 3, SMKN 4, SMKN 5, dan SMKN 6 Kupang.


Menurut Hebner, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa seluruh SMK di Kota Kupang memiliki semangat yang sama dalam membangun kewirausahaan siswa.


"Rumah kita boleh berbeda, tetapi tujuan kita satu. Kami saling mendukung agar produk-produk karya siswa SMK semakin dikenal masyarakat," katanya.


Dalam pengembangannya, SMKN 2 Kupang juga telah menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia untuk memproduksi berbagai suvenir yang akan digunakan sebagai cendera mata resmi. Prototipe produk telah mendapat persetujuan dan kini sedang diproduksi oleh siswa bersama guru pendamping.


Ia menjelaskan, keuntungan dari penjualan produk akan dimanfaatkan kembali untuk mendukung pengembangan sekolah, memperkuat pembelajaran berbasis produksi, meningkatkan program kewirausahaan siswa, serta mendukung berbagai program pendidikan lainnya.


Hebner berharap masyarakat semakin mengenal NTT Mart dan menjadikan produk karya siswa SMK sebagai pilihan utama karena memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk industri.


"Kami mengundang masyarakat datang ke NTT Mart untuk melihat dan membeli hasil karya anak-anak SMK. Dengan membeli produk mereka, masyarakat tidak hanya mendapatkan produk berkualitas, tetapi juga ikut mendukung lahirnya generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berjiwa wirausaha," pungkasnya.

✒️: kl