SBD, NTT – Wakil Ketua Umum (Wakatum) Tani Merdeka Indonesia (TMI), Wilfridus Yons Ebit, memimpin pelantikan Pengurus Tingkat Kecamatan Tani Merdeka Indonesia se-Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Selasa (16/6/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan sekaligus menegaskan kesiapan petani untuk bergerak bersama memperjuangkan kemajuan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Pelantikan yang dipusatkan di Kampung Reda Meter, Jalan Reda Meter, Desa Kadu Eta, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, berlangsung meriah dengan dihadiri Ketua DPD TMI SBD Kristina Bili, Ketua DPW TMI NTT Fransiskus C. Teda, Pembina DPW TMI NTT Fernando J.F.O. Soares, jajaran pengurus TMI, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta perwakilan petani dari berbagai wilayah di Sumba Barat Daya.
Dalam sambutannya, Wilfridus Yons Ebit menegaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia hadir bukan sekadar sebagai organisasi, melainkan sebagai gerakan yang lahir untuk memperjuangkan kepentingan petani Indonesia.
"TMI harus menjadi rumah besar bagi petani. Pengurus yang dilantik hari ini harus hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan petani, memperjuangkan kebutuhan mereka, dan memastikan program-program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat," tegas Yons Ebit.
Menurutnya, penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan sangat penting karena para pengurus merupakan ujung tombak yang berhadapan langsung dengan berbagai persoalan petani di lapangan. Kehadiran pengurus yang aktif dan responsif diharapkan mampu mempercepat penyampaian aspirasi petani sekaligus menjembatani berbagai program pembangunan pertanian yang dijalankan pemerintah.
Yons Ebit juga mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk membangun organisasi yang solid, bekerja secara nyata, dan mengutamakan kepentingan petani dalam setiap program yang dijalankan.
Sementara itu, Ketua DPD TMI SBD Kristina Bili menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran pengurus pusat dan wilayah yang terus memberikan perhatian terhadap pengembangan organisasi di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Ia berharap kepengurusan tingkat kecamatan yang baru dilantik dapat menjadi motor penggerak pembangunan pertanian, meningkatkan produktivitas petani, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.
"Kami berharap pengurus yang baru dilantik mampu bekerja dekat dengan masyarakat, mendampingi kelompok tani, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi petani di lapangan," ujarnya.
Pelantikan ini sekaligus menunjukkan semakin kuatnya eksistensi Tani Merdeka Indonesia di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan dukungan Penasehat TMI Prabowo Subianto dan Pembina TMI Sudaryono yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, organisasi tersebut terus mendorong lahirnya petani-petani tangguh yang siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Kehadiran pengurus kecamatan di seluruh wilayah Sumba Barat Daya diharapkan dapat memperkuat pendampingan kelompok tani, mempercepat penyaluran informasi program pertanian, serta membangun sinergi yang lebih baik antara petani, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Pelantikan tersebut menjadi penanda bahwa semangat kebangkitan petani di Bumi Marapu terus tumbuh dan berkembang. Melalui penguatan organisasi hingga tingkat kecamatan, Tani Merdeka Indonesia optimistis dapat menjadi wadah perjuangan petani sekaligus mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan di daerah.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, para pengurus yang baru dilantik diharapkan mampu membawa TMI semakin dekat dengan petani serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah Sumba Barat Daya.
