Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Budaya Tak Pernah Mengkhianati Pewarisnya! Cletus Beru Masuk 5 Besar Wonderful Indonesia Award 2026

Kamis, 09 Juli 2026 | Juli 09, 2026 WIB Last Updated 2026-07-09T07:54:10Z

 



Maumere, NTT, 9 Juli 2026 – Ketekunan menjaga warisan leluhur akhirnya berbuah prestasi nasional. Cletus Beru, pegiat budaya sekaligus penggerak Sanggar Doka Tawa Tana di Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, resmi menembus lima besar nominasi Wonderful Indonesia Award 2026 kategori Local Hero in Tourism (Pejuang Pariwisata) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.


Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Kabupaten Sikka dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di tengah derasnya arus modernisasi, dedikasi Cletus Beru dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya leluhur membuktikan bahwa tradisi bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan kekuatan masa depan yang mampu mengangkat nama Sikka ke panggung nasional.


Keberhasilan itu tertuang dalam Surat Kementerian Pariwisata Nomor B/SD/29/SD.00.00/D.1.4/2026 tertanggal 2 Juli 2026, yang menetapkan Cletus Beru sebagai satu dari lima kandidat terbaik nasional setelah melalui proses seleksi, kurasi, dan penilaian ketat oleh Dewan Juri Wonderful Indonesia Award.


Perjalanan belum berakhir. Tahapan berikutnya adalah visitasi lapangan pada 25 Juli 2026 di Kabupaten Sikka. Tim Dewan Juri akan melakukan observasi langsung, wawancara, serta verifikasi dokumen untuk memastikan dampak nyata yang telah diberikan Cletus Beru dalam membangun pariwisata berbasis budaya.


Selama bertahun-tahun, melalui Sanggar Doka Tawa Tana, Cletus Beru bersama masyarakat terus menghidupkan berbagai kekayaan budaya Sikka, mulai dari tenun ikat, tarian tradisional, ritual adat, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis budaya. Upaya tersebut tidak hanya menjaga tradisi tetap hidup, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta memperkuat identitas Kabupaten Sikka sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.


Saat dihubungi media ini melalui sambungan telepon WhatsApp, Cletus Beru mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut.


 Baginya, keberhasilan masuk lima besar nasional bukanlah prestasi pribadi, melainkan hasil kerja bersama seluruh masyarakat yang selama ini menjaga warisan budaya para leluhur. "Saya hanya menjadi bagian kecil dari perjalanan besar ini.


Budaya yang kami bangun adalah milik kita bersama. Mari kita terus membesarkan budaya ini dengan satu semangat, satu hati, dan satu tujuan. Kesuksesan ini bukan untuk diri saya sendiri, tetapi untuk seluruh keluarga besar, para tokoh adat, kaum muda, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Sikka hingga tingkat nasional yang selama ini mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya," ujar Cletus Beru.


Ia menegaskan bahwa budaya merupakan jati diri bangsa yang harus dijaga bersama.


 Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab para pegiat seni dan budaya, tetapi seluruh elemen masyarakat.


"Kita semua perlu memberikan apresiasi dan dukungan agar budaya serta tradisi yang diwariskan leluhur tetap terjaga. Budaya harus kita pertahankan, kita lestarikan, dan kita wariskan kepada generasi muda agar identitas budaya kita tidak hilang, tetapi terus hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Sikka serta Nusa Tenggara Timur," tegasnya.


Di penghujung wawancara, Cletus Beru menyampaikan penghormatan mendalam kepada para leluhur di Hewokloang yang telah mewariskan kekayaan budaya kepada masyarakat Sikka. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Bapak Carolus Jawa, sosok yang dinilainya memiliki peran besar dalam membimbing, mengajarkan, dan menginspirasi perjalanan pelestarian budaya. Selain itu, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Desa Umauta dan Pemerintah Kecamatan Bola atas dukungan dan sinergi yang terus diberikan dalam menjaga serta mengembangkan budaya sebagai kekuatan utama pariwisata daerah.


"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para leluhur di Hewokloang yang telah mewariskan budaya yang begitu luhur kepada kita. Secara khusus saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada Bapak Carolus Jawa yang telah membimbing, mengajarkan, dan menginspirasi kami semua untuk terus menjaga, melestarikan, serta mewariskan budaya ini kepada generasi penerus. Saya juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Umauta dan Pemerintah Kecamatan Bola atas dukungan, perhatian, dan kolaborasi yang selama ini diberikan dalam mengembangkan seni, budaya, dan pariwisata berbasis kearifan lokal. Semoga sinergi ini terus terjalin demi kemajuan Kabupaten Sikka.


 Semoga warisan budaya yang kita miliki tetap hidup, terus berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Sikka hingga dikenal di tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya.


Menutup keterangannya, Cletus Beru kembali mengingatkan bahwa budaya adalah jati diri sebuah bangsa yang tidak boleh hilang oleh perkembangan zaman.


"Budaya adalah jati diri kita. Jika budaya kita hilang, maka kita kehilangan identitas sebagai sebuah bangsa.


 Karena itu, mari kita jaga, lestarikan, dan wariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai luhur para leluhur tetap hidup sepanjang zaman," pungkasnya.


Masuknya Cletus Beru ke dalam lima besar nominasi Wonderful Indonesia Award 2026 menjadi kebanggaan besar bagi Kabupaten Sikka dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.


Masyarakat kini berharap proses visitasi pada 25 Juli 2026 berjalan lancar dan mengantarkan Cletus Beru meraih penghargaan nasional, sekaligus semakin mengukuhkan Kabupaten Sikka sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.


Prestasi ini membuktikan bahwa warisan leluhur yang dijaga dengan sepenuh hati mampu mengangkat nama Sikka ke panggung nasional.


 Melalui dedikasi Cletus Beru bersama Sanggar Doka Tawa Tana serta dukungan masyarakat, tokoh adat, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan seluruh pemangku kepentingan, budaya Sikka tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memperoleh pengakuan nasional sebagai kekuatan utama dalam membangun pariwisata berbasis budaya.


Budaya adalah jati diri. Ketika budaya dijaga, daerah akan bermartabat; ketika budaya dihormati, Indonesia akan semakin kaya di mata dunia.

✒️: Albert Cakramento