Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Bukan Alphard, Bukan Fortuner: Kisah Zenix Milik Warga Kupang yang Dipercaya Jokowi dan Gibran

Jumat, 31 Juli 2026 | Juli 31, 2026 WIB Last Updated 2026-07-31T14:34:12Z

 



Di garasi sebuah rumah sederhana di Kota Kupang, sebuah Toyota Kijang Innova Zenix Type Q terparkir tanpa kesan istimewa. Warnanya tak mencolok. Tak ada pelat nomor khusus, tak ada strobo, apalagi iring-iringan pengawal. Ia hanyalah mobil keluarga, milik seorang istri, yang setiap hari mengantar aktivitas rumah tangga.


Namun, siapa sangka, mobil yang biasa melintas di jalan-jalan Kota Kupang itu pernah menjadi saksi perjalanan dua tokoh penting bangsa. Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pernah beberapa kali duduk di balik pintunya saat menyapa masyarakat di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.


Bagi Donny Famdalale, pengalaman itu bukan sekadar cerita tentang sebuah kendaraan. Ada kebanggaan yang sulit dilukiskan ketika mobil keluarganya dipercaya menjadi bagian dari perjalanan seorang pemimpin.


"Gibran sudah empat kali ke Kupang menggunakan mobil ini. Sebelumnya Pak Jokowi juga pernah menggunakannya. Itu menjadi kebanggaan bagi saya dan istri," ujarnya.


Yang paling membekas dalam ingatan Donny bukanlah siapa yang duduk di dalam mobil tersebut, melainkan pilihan yang diambil kedua pemimpin itu.


Menurutnya, dari sisi keamanan dan keselamatan, kepala negara maupun wakil kepala negara lazimnya menggunakan kendaraan dengan standar perlindungan lebih tinggi. Namun, yang ia lihat justru berbeda.


"Biasanya pemimpin negara menggunakan kendaraan minimal Fortuner atau Alphard karena kelas kendaraan seperti itu jauh lebih tinggi. Tetapi Pak Jokowi dan Mas Gibran memilih menggunakan mobil ini. Bagi saya, mereka ingin meninggalkan zona aman untuk menyatu dengan rakyat," tuturnya.


Donny menegaskan, kekagumannya bukan karena memiliki hubungan khusus dengan keduanya.


"Meski saya tidak memiliki kedekatan secara emosional dengan Pak Jokowi maupun Gibran, saya tetap merasa bangga. Kedua tokoh bangsa ini telah menjadi inspirasi bagi banyak orang, termasuk saya dan keluarga," katanya.


Cerita itu bermula dari sebuah kabar sederhana. Donny mendengar rombongan Wakil Presiden membutuhkan kendaraan dengan spesifikasi tertentu selama berada di Kupang.


Padahal, Toyota Zenix Type Q tersebut sama sekali bukan kendaraan yang disiapkan untuk disewakan. Mobil itu adalah kendaraan pribadi milik istrinya.


"Awalnya mobil ini bukan untuk disewakan. Itu mobil pribadi istri saya. Tetapi ketika mendengar Pak Gibran membutuhkan kendaraan dengan tipe yang sesuai, saya membujuk istri agar mobil ini bisa digunakan," kenangnya sambil tersenyum.


Barangkali, bagi banyak orang, Toyota Zenix hanyalah sebuah kendaraan. Namun bagi keluarga Donny, mobil itu kini menyimpan cerita yang tak ternilai. Bukan karena harganya yang mencapai ratusan juta rupiah, melainkan karena pernah menjadi bagian dari perjalanan seorang presiden dan wakil presiden saat menyapa rakyat.


Di akhir perbincangan, Donny meninggalkan sebuah kalimat sederhana yang mencerminkan cara pandangnya tentang kepemimpinan.


"Menjadi pemimpin tidak bisa sempurna di hati semua rakyat, tetapi jadilah hati yang sempurna di hati banyak orang."

 

Mungkin itulah yang akan selalu diingat Donny setiap kali membuka pintu garasinya. Sebab di sana terparkir bukan sekadar sebuah Toyota Zenix, melainkan sebuah kendaraan yang pernah membawa cerita tentang kesederhanaan, kepercayaan, dan kedekatan seorang pemimpin dengan rakyatnya.

✒️: kl