Kota Kupang,NTT– Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan bahwa Perkumpulan Kerukunan Keluarga Madura Flobamora (KAKAMORA) menjadi contoh nyata semangat gotong royong, kolaborasi, dan harmoni dalam keberagaman. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Pengurus Perkumpulan Kerukunan Keluarga Madura Flobamora Kota Kupang Periode 2026–2031 yang berlangsung pada Selasa (6/7/2026).
Meski baru tiba dari perjalanan dinas ke Medan dan mengaku dalam kondisi lelah, Christian Widodo memilih tetap hadir sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga besar Madura di Kota Kupang.
"Saya senang sekali bisa hadir malam hari ini. Saya baru pulang dari Medan, badan memang agak lelah, tetapi saya tidak mau berprotokol. Bagaimanapun caranya saya harus hadir sebagai bentuk cinta dan penghargaan kepada keluarga besar Madura," ujar Christian.
Ia mengaku terkesan setelah mengetahui seluruh biaya pelaksanaan pelantikan berasal dari iuran bersama anggota.
Menurutnya, hal tersebut merupakan contoh konkret kolaborasi dan gotong royong yang selama ini sering hanya menjadi slogan.
"Orang banyak berbicara tentang kolaborasi dan gotong royong, tetapi keluarga Madura membuktikannya secara nyata melalui acara ini. Semua dibangun dari iuran bersama," katanya.
Christian kemudian mengutip filosofi kepemimpinan yang menurutnya menjadi dasar membangun Kota Kupang.
"Kalau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tetapi kalau ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama," ungkapnya.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat Kota Kupang telah memilih berjalan bersama dalam membangun daerah, baik organisasi kemasyarakatan, paguyuban, lembaga keagamaan maupun seluruh suku dan etnis.
"Kalau ada yang lelah, yang lain membantu. Kalau ada yang kesulitan, yang lain menopang. Inilah makna kebersamaan," ujarnya.
Wali Kota juga mengapresiasi partisipasi keluarga Madura dalam Karnaval Budaya Kota Kupang beberapa waktu lalu yang menampilkan berbagai atraksi budaya.
Ia menilai kecintaan terhadap budaya asal tidak bertentangan dengan kecintaan kepada Kota Kupang sebagai tempat berkarya dan mengabdi.
"Tetap menjadi orang Madura sekaligus menjadi warga Kota Kupang bukan dua identitas yang saling bertentangan, tetapi justru saling menguatkan," tegasnya.
Christian menambahkan bahwa Kota Kupang dibangun di atas keberagaman berbagai suku, agama, dan budaya.
Menurutnya, harmoni bukan berarti semua orang harus sama, melainkan mampu hidup berdampingan dalam perbedaan.
"Harmoni itu bukan seragam, tetapi seimbang. Seperti nada dalam sebuah lagu yang berbeda-beda namun menghasilkan musik yang indah. Seperti warna dalam lukisan yang berbeda tetapi membentuk karya yang indah," jelasnya.
Ia berharap kepengurusan baru Kerukunan Keluarga Madura Flobamora dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung pembangunan daerah.
Sementara itu, perwakilan pengurus yang baru dilantik menegaskan komitmen organisasi untuk mendukung berbagai program Pemerintah Kota Kupang serta berkontribusi dalam pembangunan.
Mereka juga menyatakan siap membangun komunikasi, menerima kritik yang membangun, serta melaksanakan program kerja demi kemajuan bersama.
Pelantikan tersebut mengusung tema "Meneguhkan Semangat Kebersamaan, Mewujudkan Kepengurusan yang Berintegritas, Tegas dan Berani Berinovasi", yang diharapkan menjadi semangat baru bagi keluarga besar Madura dalam memperkuat persatuan sekaligus berkontribusi bagi pembangunan Kota Kupang.
✒️: kl
