KOTA KUPANG, NTT– Dinas Perikanan Kota Kupang terus mengoptimalkan bantuan APBN dan APBD untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. Salah satu bukti nyata keberhasilan program tersebut adalah Kelompok Sahabat Lele yang berhasil membukukan omzet sekitar Rp60 juta dari hasil budidaya ikan lele.
Kepala Dinas Perikanan Kota Kupang, Ejbend Doeka, mengatakan hampir seluruh bantuan pemerintah difokuskan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan masyarakat yang bergerak di sektor perikanan tangkap maupun budidaya.
Berbagai bantuan yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan serta dukungan aspirasi anggota DPR RI meliputi alat tangkap, mesin kapal, perahu nelayan, pelatihan nelayan, pelatihan perawatan mesin, rehabilitasi mangrove, Kampung Nelayan Merah Putih, koperasi nelayan, hingga mesin pengolahan hasil perikanan.
"Walaupun saat ini anggaran mengalami efisiensi, kami tetap mengusulkan berbagai program agar bantuan dari pemerintah pusat terus mengalir ke Kota Kupang," kata Ejbend.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Kupang kembali mengusulkan enam Kampung Nelayan Merah Putih. Selain itu, pemerintah juga telah memperoleh bantuan budidaya ikan sistem bioflok, yakni kolam bundar berbahan terpal yang dilengkapi aerator, penutup, benih, dan pakan untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan lele.
Menurut Ejbend, dampak ekonomi dari program tersebut mulai dirasakan masyarakat.
Ia mencontohkan Kelompok Sahabat Lele binaan Jemaat Batu Karang yang menerima bantuan pemerintah pusat mampu mengembangkan usaha budidaya hingga menghasilkan omzet sekitar Rp60 juta pada panen awal.
Keberhasilan tersebut mendorong kelompok itu memperluas usahanya, mulai dari budidaya ikan konsumsi, pembenihan lele, hingga mengintegrasikan usaha perikanan dengan sektor pertanian.
"Dari hasil yang mereka peroleh, sekarang mereka terus mengembangkan usaha. Ini menjadi contoh bahwa bantuan pemerintah benar-benar mampu menggerakkan ekonomi masyarakat apabila dikelola dengan baik," jelasnya.
Ia menambahkan, penyuluh perikanan terus melakukan pendampingan kepada seluruh kelompok agar berbagai kendala teknis dapat segera diatasi sehingga usaha masyarakat terus berkembang.
Program budidaya ikan kini telah tersebar hampir di seluruh wilayah Kota Kupang, termasuk melalui budidaya ikan dalam ember (budikdamber) yang dikembangkan di kawasan permukiman.
Selain meningkatkan ketahanan pangan keluarga, program tersebut juga diarahkan mendukung percepatan penurunan stunting melalui peningkatan konsumsi protein ikan.
Meski demikian, Ejbend mengakui tantangan terbesar masih terletak pada membangun komitmen masyarakat agar menjadikan budidaya ikan sebagai usaha ekonomi yang berkelanjutan.
"Banyak masyarakat masih memilih pekerjaan yang hasilnya langsung diperoleh setiap hari. Karena itu kami terus melakukan pendampingan dan edukasi agar budidaya ikan dapat berkembang menjadi usaha yang benar-benar meningkatkan pendapatan keluarga," pungkasnya.
✒️: kl
