Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Warung Sembako APPSI Diresmikan, Perkuat Pasar Rakyat dan Jaga Stabilitas Harga Pangan

Selasa, 07 Juli 2026 | Juli 07, 2026 WIB Last Updated 2026-07-07T05:47:08Z


Jakarta  – Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran pasar tradisional sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Warung Sembako APPSI DKI Jakarta di kawasan Pasar Duta Mas, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (7/7/2026).


Peresmian warung sembako tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Harian DPP APPSI Don Muzakir dan dihadiri berbagai unsur organisasi, pedagang pasar, serta sejumlah tokoh, termasuk Wakil Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI), Wilfridus Yons Ebit, yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan ekonomi berbasis pasar rakyat.


Warung Sembako APPSI menjadi salah satu jalur distribusi kebutuhan pokok bersubsidi yang menyediakan beras SPHP dengan harga Rp62.500 per kemasan serta Minyakita seharga Rp15.700 sesuai ketentuan pemerintah.


Program ini merupakan hasil kolaborasi APPSI bersama Perum Bulog dan Perumda Pasar Jaya untuk memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.


Dalam sambutannya, Don Muzakir menegaskan bahwa pasar tradisional memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.


 Menurutnya, pedagang pasar bukan hanya pelaku usaha, tetapi juga penghubung antara hasil produksi petani, nelayan, pelaku UMKM, dan konsumen.


"Warung Sembako APPSI dibuka agar masyarakat lebih mudah mendapatkan beras SPHP dan Minyakita dengan harga sesuai ketentuan. Pedagang pasar harus menjadi bagian penting dalam sistem distribusi pangan nasional," ujarnya.


Ia menambahkan, keberhasilan program pangan murah tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok, tetapi juga pada sistem distribusi yang baik hingga ke pasar-pasar tradisional. Dengan demikian, masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan pokok ketika harga pangan mengalami kenaikan.


Don Muzakir juga menilai kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memberi perhatian pada ekonomi kerakyatan perlu diperkuat melalui pemberdayaan pasar tradisional. Selain akses terhadap barang kebutuhan pokok, pedagang juga memerlukan dukungan berupa modal usaha, ruang usaha yang layak, hingga digitalisasi transaksi agar mampu bersaing dengan ritel modern.


Sementara itu, Ketua APPSI Jakarta Barat, Suparno, menyampaikan bahwa Warung Sembako APPSI akan melayani masyarakat maupun pedagang di sekitar Pasar Duta Mas.


 Menurutnya, keberadaan warung tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan beras SPHP dan Minyakita sekaligus menciptakan kepastian harga di tingkat pasar.


Ia juga menegaskan bahwa APPSI Jakarta Barat akan terus berkoordinasi dengan Bulog, Pasar Jaya, dan pengelola pasar guna memastikan distribusi berjalan lancar serta pasokan tetap terjaga.


Kehadiran Wakil Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI), Wilfridus Yons Ebit, dalam kegiatan tersebut menjadi simbol dukungan terhadap sinergi antara organisasi pedagang pasar dan sektor pertanian.


 Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperkuat rantai distribusi pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang stabil.


Peresmian Warung Sembako APPSI ini diharapkan menjadi model penguatan pasar rakyat yang dapat diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.


 Dengan memperkuat jaringan distribusi melalui pasar tradisional, APPSI optimistis ketahanan pangan nasional dapat semakin kokoh, sementara pedagang pasar tetap menjadi pilar utama dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.

✒️: Albert Cakramento