Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Direktur PD Pasar Kota Kupang: Harga Bahan Pokok Relatif Stabil, Gula Pasir Kristal Rp20 Ribu per Kilogram

Senin, 13 Juli 2026 | Juli 13, 2026 WIB Last Updated 2026-07-13T06:14:22Z


Kota Kupang, NTT – Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kupang, Ganda Tallo, memastikan harga sebagian besar kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Kupang masih relatif stabil. Meski beberapa komoditas sempat mengalami fluktuasi, kondisi tersebut dinilai masih terkendali dan terus dipantau setiap hari melalui sistem informasi harga pangan.


Hal itu disampaikan Ganda Tallo kepada media, Senin (13/7/2026).


Menurutnya, harga gula pasir kristal hingga saat ini masih berada di kisaran Rp20.000 per kilogram, sedangkan gula pasir kuning atau gula karung produksi PTPN dijual sekitar Rp18.000 per kilogram.


"Harga gula pasir kristal sampai hari ini masih stabil di Rp20 ribu per kilogram. Untuk gula pasir kuning atau gula karung PTPN berada di kisaran Rp18 ribu per kilogram," ujarnya.


Ia menjelaskan, secara umum harga bahan pokok di pasar-pasar yang dikelola PD Pasar masih terkendali. Informasi harga tersebut diperbarui setiap hari dan dipublikasikan kepada masyarakat melalui sistem pemantauan harga yang dikelola pemerintah daerah.


Menurut Ganda, pemantauan dilakukan di tiga pasar utama, termasuk Pasar Kasih dan Pasar Penfui. Data harga dikumpulkan oleh PD Pasar, kemudian diolah bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta dipublikasikan melalui platform yang disiapkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).


"Saat ini ada sekitar 41 komoditas yang dipantau secara real time. Data harga diperbarui setiap hari dan maksimal dipublikasikan pada pukul 12.00 Wita sehingga dapat menjadi acuan bagi pemerintah maupun masyarakat," jelasnya.


Ia mengatakan, informasi tersebut juga menjadi salah satu dasar bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam memantau perkembangan harga pangan dan mengambil langkah apabila terjadi lonjakan harga pada komoditas tertentu.


Berdasarkan data harian PD Pasar Kota Kupang, sejumlah komoditas utama terpantau stabil. Beras medium lokal/Oesao dijual Rp13.500 per kilogram, beras premium Rp16.000 per kilogram, gula pasir kristal Rp20.000 per kilogram, gula pasir kuning PTPN Rp18.000 per kilogram, minyak goreng Bimoli Rp27.000 per liter, minyak goreng Fortune Rp26.000 per liter, minyak goreng curah Rp16.000 per liter, dan Minyakita Rp18.000 per liter.


Untuk komoditas lainnya, tepung terigu Kompas dijual Rp13.000 per kilogram, tepung Segitiga Biru Rp12.000 per kilogram, telur ayam Rp65.000 per rak, bawang merah berkisar Rp25.000–Rp40.000 per kilogram, bawang putih Rp45.000–Rp50.000 per kilogram, bawang bombai Rp40.000–Rp50.000 per kilogram, cabai rawit Rp70.000 per kilogram, cabai keriting dan cabai merah besar masing-masing Rp60.000 per kilogram.


Harga daging sapi tercatat Rp110.000 per kilogram, daging babi Rp90.000 per kilogram, daging ayam Rp60.000 per kilogram, kacang tanah Rp40.000 per kilogram, kacang hijau Rp30.000 per kilogram, jagung pipil Rp8.000 per kilogram, garam beryodium dan garam lokal masing-masing Rp10.000 per kilogram.


Sementara itu, komoditas hortikultura seperti buncis dijual Rp15.000–Rp20.000 per kilogram, tomat Rp20.000 per kilogram, kentang Rp20.000–Rp25.000 per kilogram, wortel Rp30.000–Rp40.000 per kilogram, sedangkan sawi, bayam, dan kangkung masing-masing Rp5.000 per ikat. Ikan kembung dijual Rp20.000 per kilogram, udang Rp120.000 per kilogram, mi instan Rp3.500 per bungkus, tempe dan tahu masing-masing Rp5.000, serta pisang Rp10.000 per sisir.


Meski kondisi pasar relatif stabil, beberapa komoditas masih mengalami fluktuasi harga. Pada bulan sebelumnya, misalnya, harga daging sapi sempat naik dari kisaran Rp110.000 menjadi Rp115.000 per kilogram, sementara harga daging babi berada di kisaran Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram.


"Kenaikan harga daging biasanya dipengaruhi meningkatnya permintaan menjelang hari-hari besar keagamaan atau hari raya," katanya.


Selain daging, komoditas hortikultura seperti bawang juga mengalami perubahan harga akibat pengaruh distribusi dan pasokan.


Menurut Ganda, kenaikan harga bawang tidak hanya dipengaruhi hasil produksi lokal, tetapi juga biaya distribusi dari daerah pemasok di luar Nusa Tenggara Timur.


"Ada perbedaan harga mulai dari tingkat petani, pengepul, agen di pelabuhan hingga pedagang di pasar. Biaya distribusi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan harga komoditas mengalami kenaikan," ujarnya.


Ia menambahkan, sejumlah komoditas hortikultura yang dijual di pasar Kota Kupang masih dipasok dari luar daerah. Karena itu, perubahan biaya transportasi dan distribusi sangat memengaruhi harga jual kepada konsumen.


Ganda berharap sistem pemantauan harga yang dilakukan secara rutin dapat memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat sekaligus membantu pemerintah menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta menjadi acuan bagi pelaku usaha dan masyarakat dalam memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di Kota Kupang.

✒️: kl