Maumere, NTT – Sebuah surat rekomendasi penting milik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sikka terkait polemik rencana pembangunan di kawasan konservasi Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Gugus Pulau Teluk Maumere akhirnya diperoleh media ini pada Rabu, 15 Juli 2026.
Surat bernomor DPRD.172/49/VI/2026 tertanggal 26 Juni 2026 tersebut merupakan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kabupaten Sikka bersama Pemerintah Kabupaten Sikka, instansi teknis, BKSDA, WALHI NTT, AMP-TWAL, Pemerintah Desa Waiterang, hingga pihak investor PT Atlas Samudra Perkasa.
Dalam rekomendasinya, DPRD menegaskan bahwa Kabupaten Sikka terbuka terhadap investasi. Namun, investasi yang dilakukan di kawasan konservasi tidak boleh melanggar hukum, merusak ekosistem laut, maupun mengabaikan hak-hak masyarakat adat serta wajib memperhatikan dampak ekologis.
Rekomendasi yang paling menjadi sorotan adalah perintah penghentian seluruh kegiatan pembangunan villa, dermaga, dan galangan kapal di kawasan TWAL Teluk Maumere sampai seluruh dokumen perizinan dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dinyatakan sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain itu, DPRD juga meminta Pemerintah Kabupaten Sikka melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dokumen perizinan investor untuk memastikan kesesuaiannya dengan aturan zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Tak hanya itu, pemerintah daerah bersama investor diwajibkan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai dokumen AMDAL serta rencana tata letak pembangunan sebelum proyek dilaksanakan.
Surat rekomendasi tersebut ditandatangani oleh Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi, S.Fil, bersama Wakil Ketua Gorgonius Nago Bapa, SE, dan Herlindis Donatha Da Rato, S.SiT.
Dengan terungkapnya dokumen resmi ini, publik kini mengetahui bahwa DPRD Kabupaten Sikka telah mengambil sikap tegas sejak akhir Juni 2026.
Rekomendasi tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam memastikan setiap investasi di kawasan konservasi berjalan sesuai hukum, menjaga kelestarian lingkungan, serta melindungi kepentingan masyarakat.
✒️: Albert Cakramento
