KUPANG, NTT– Di zaman media sosial, kabar bohong kadang berlari lebih cepat daripada ojek online menemukan alamat. Belum sempat kopi pagi habis diseruput, sudah muncul cerita bahwa Pemerintah Kota Kupang mengerahkan OPD dan membagikan uang Rp250 ribu per orang untuk menyambut kedatangan Joko Widodo. Sayangnya, cerita itu lebih cocok masuk kategori "novel fantasi" daripada pengumuman resmi.
Bayangkan ada seseorang berteriak di tengah pasar, "Hari ini semua yang datang dapat durian gratis!" Seketika orang berbondong-bondong datang. Setelah tiba, yang ada hanya pedagang sayur yang kebingungan. Kira-kira begitulah gambaran hoaks yang belakangan beredar di media sosial terkait kedatangan mantan Presiden RI Joko Widodo ke Kota Kupang.
Dalam unggahan tersebut disebutkan Wali Kota Kupang menginstruksikan seluruh OPD untuk menyambut Jokowi dan masyarakat yang ikut akan menerima biaya akomodasi sebesar Rp250 ribu per orang. Narasi itu menyebar cukup cepat hingga memancing beragam komentar.
Namun, Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) langsung menarik rem tangan sebelum "mobil hoaks" melaju semakin jauh.
Lewat kanal Kota Kupang Bebas Hoaks (Kabas Hoax), pemerintah menegaskan informasi tersebut tidak benar. Tidak pernah ada instruksi resmi dari Wali Kota Kupang mengenai mobilisasi OPD maupun pembagian uang kepada masyarakat untuk menyambut kedatangan Jokowi.
Kalau dianalogikan, hoaks itu seperti kabar ada diskon 99 persen di supermarket. Orang ramai-ramai datang membawa troli, tetapi begitu pintu dibuka, ternyata hanya ada tulisan, "Maaf, itu cuma kabar dari grup WhatsApp."
Diskominfo mengingatkan masyarakat agar tidak langsung percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Di era digital, tombol "share" memang hanya butuh satu detik, tetapi memperbaiki kepercayaan yang rusak akibat informasi palsu bisa memakan waktu jauh lebih lama.
Pemerintah juga mengajak masyarakat menerapkan prinsip sederhana: saring sebelum sharing. Sebab, tidak semua tulisan yang memakai nama pejabat, logo pemerintah, atau foto tokoh otomatis benar.
Kalau setiap unggahan media sosial langsung dipercaya tanpa dicek, bisa-bisa besok muncul kabar "Matahari libur sehari karena menghadiri rapat." Tentu kita akan tertawa. Sayangnya, banyak hoaks justru dipercaya sebelum sempat diperiksa.
Karena itu, Pemerintah Kota Kupang mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa informasi melalui kanal resmi pemerintah sebelum ikut menyebarkan. Dengan begitu, ruang digital tetap sehat, masyarakat tidak mudah terprovokasi, dan hoaks tidak mendapat panggung lebih besar daripada fakta.
Pada akhirnya, fakta memang tidak selalu berlari sekencang hoaks. Tetapi seperti kata pepatah, kebohongan mungkin bisa berkeliling dunia, namun kebenaran pada akhirnya tetap sampai di tujuan.
✒️: kl
