Manggarai Timur, NTT, 14 Juli 2026 – Perjuangan melawan stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak hanya dilakukan di ruang-ruang kebijakan, tetapi juga dimulai dari desa. Semangat itulah yang dibawa delapan mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 di Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur.
Kehadiran para mahasiswa disambut hangat melalui prosesi adat Kepok Sundung–Tiba Meka, sebuah tradisi penyambutan yang mencerminkan penghormatan masyarakat kepada tamu yang datang membawa semangat pengabdian.
Penyambutan berlangsung di Kantor Desa Rana Gapang dan dihadiri Pemerintah Desa, BPD, para kepala dusun, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.
Mengusung tema "Pencegahan dan Penanggulangan Stunting serta Peningkatan Literasi di Kabupaten Manggarai Timur", KKN Tematik ini menjadi bentuk kolaborasi empat fakultas di UNIKA Santu Paulus Ruteng, yakni Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (PGSD), serta Fakultas Ilmu Teologi.
Koordinator KKN Tematik Desa Rana Gapang, Margareta Yolanda Esar, menjelaskan bahwa program pengabdian difokuskan pada empat isu strategis, yakni pencegahan pernikahan dini, peningkatan sanitasi, penyediaan air bersih, dan percepatan penanganan stunting.
Selama satu bulan ke depan, mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari edukasi bahaya pernikahan dini, penguatan literasi, numerasi, dan literasi digital bagi anak-anak, gerakan hidup bersih dan sehat, gotong royong memperbaiki sumber air, penanaman pohon di sekitar mata air, hingga pemberian makanan tambahan (PMT), Posyandu Ceria, kelas ibu hamil dan menyusui tentang 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta lomba balita sehat.
"Stunting dan literasi merupakan fondasi masa depan Manggarai Timur. Jika anak-anak tumbuh sehat dan memiliki kemampuan literasi yang baik, maka desa akan memiliki generasi yang mampu membawa perubahan," ujar Margareta.
Ia menambahkan, berbagai program lainnya akan disusun bersama Pemerintah Desa agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tetap menghormati kearifan lokal.
Kepala Desa Rana Gapang, Melikior Wene, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN dan berharap seluruh program mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemerintah Desa bersama warga, katanya, siap memberikan dukungan penuh selama proses pengabdian berlangsung.
Senada dengan itu, Sekretaris Desa Rana Gapang, Safrinus Mboda, berharap mahasiswa menjadikan KKN sebagai ruang belajar bersama masyarakat, menghormati adat istiadat, serta menghadirkan inovasi dan solusi yang bermanfaat bagi desa.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Rana Gapang, Hendrikus Rabu, menegaskan kesiapan masyarakat untuk berkolaborasi dan mendukung seluruh kegiatan mahasiswa selama menjalankan pengabdian.
Di hadapan seluruh peserta, Margareta juga mengingatkan bahwa mahasiswa hadir bukan untuk menggurui masyarakat, melainkan menjadi mitra yang belajar, mendengar, dan bertumbuh bersama.
"Kami hadir bukan sebagai orang yang paling tahu, tetapi sebagai sahabat masyarakat yang ingin belajar, mendengar, dan bekerja bersama membangun Desa Rana Gapang," tegasnya.
Delapan mahasiswa yang mengikuti KKN Tematik tersebut berasal dari berbagai program studi, yakni Antonius Risaldus Sumardi (Bahasa Inggris), Geni Jemani dan Yohanes Natal (Keperawatan), Margareta Yolanda Esar, Maria Ngelina Indah, Maria Asnita Bawung, Wihelmus Aristo Gunawan (PGSD), serta Lestiana Luju (Pendidikan Teologi).
Melalui KKN Tematik Tahun 2026 ini, UNIKA Santu Paulus Ruteng kembali menegaskan komitmennya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dari Desa Rana Gapang, semangat pengabdian diwujudkan dalam aksi nyata untuk melawan stunting, meningkatkan literasi, serta membangun generasi Manggarai Timur yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan.
✒️: Albert Cakramento/***.
