Kota Kupang, NTT- Di balik kesibukan pelayanan masyarakat di Kantor Kelurahan Fontein, ada setumpuk dokumen yang tersusun rapi di atas meja kerja Plt. Lurah Fontein, Iwan Taklal. Sekilas, dokumen-dokumen itu tampak seperti berkas administrasi biasa. Namun, bagi warga Fontein, setiap lembar kertas tersebut menyimpan harapan akan kampung yang lebih baik.
Harapan itu bukan tentang pembangunan yang serba megah. Ia lahir dari kebutuhan sederhana yang setiap hari dirasakan masyarakat. Ada saluran drainase yang perlu dibangun agar air hujan tidak lagi menggenangi permukiman. Ada tembok penahan yang diharapkan mampu melindungi kawasan rawan longsor. Ada pelaku usaha kecil yang ingin memperoleh pelatihan dan peralatan agar usahanya berkembang. Ada pula keinginan agar pelayanan publik di kantor kelurahan semakin baik.
Jumat (31/7/2026), di ruang kerjanya, Iwan Taklal menjelaskan bahwa seluruh program tersebut merupakan bagian dari usulan pembangunan Kelurahan Fontein yang telah melalui proses asistensi sebagai persiapan pelaksanaan melalui alokasi dana Rp500 juta pada Tahun Anggaran 2027.
"Seluruh usulan ini berasal dari hasil musyawarah masyarakat. Setelah itu dilakukan asistensi agar program yang direncanakan benar-benar sesuai kebutuhan dan mekanisme yang berlaku," ujarnya.
Program dana kelurahan yang digagas Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis memberi ruang bagi setiap kelurahan untuk menyusun program pembangunan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.
Di Fontein, pembangunan tidak hanya dimaknai sebagai pekerjaan fisik.
Memang, pembangunan drainase dan tembok penahan menjadi kebutuhan penting untuk mengatasi persoalan lingkungan yang selama ini dihadapi warga. Namun pemerintah kelurahan juga memandang bahwa pembangunan ekonomi masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya.
Karena itu, berbagai program pemberdayaan turut masuk dalam usulan yang telah diasistensi. Mulai dari pengadaan bibit ikan lele beserta pakan, bantuan peralatan bagi pelaku usaha ekonomi kreatif, pelatihan tenun motif Sepe, hingga pelatihan menjahit bagi masyarakat.
Di sisi lain, peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi perhatian. Sejumlah kebutuhan seperti kelengkapan kantor serta pelatihan daur ulang sampah, tata boga, dan kecantikan turut disiapkan sebagai bagian dari rencana pelaksanaan tahun 2027.
Bagi Iwan, pembangunan tidak cukup hanya menghadirkan bangunan baru. Pembangunan harus mampu menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang.
"Kalau ekonomi masyarakat bertumbuh, lingkungan semakin baik, dan pelayanan kepada warga meningkat, maka manfaat pembangunan benar-benar bisa dirasakan," katanya.
Ia menambahkan, proses asistensi menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh program yang diusulkan dapat dipertanggungjawabkan dan selaras dengan prioritas pembangunan Pemerintah Kota Kupang.
Kini masyarakat Fontein tinggal menunggu tahapan berikutnya hingga program-program tersebut memasuki pelaksanaan pada Tahun Anggaran 2027.
Mungkin hasilnya belum bisa dirasakan hari ini.
Namun di Kelurahan Fontein, masa depan sedang disusun sedikit demi sedikit.
Bukan hanya melalui angka-angka dalam dokumen anggaran, tetapi melalui kesepakatan warga, gagasan yang lahir dari musyawarah, dan keyakinan bahwa pembangunan yang baik selalu dimulai dengan mendengarkan kebutuhan masyarakat.
Karena pada akhirnya, dana Rp500 juta bukan sekadar nominal.
Ia adalah ikhtiar untuk menenun harapan menjadi kenyataan—membangun infrastruktur yang lebih baik, memperkuat ekonomi keluarga, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kelurahan Fontein.
✒️: kl
