Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

PU Kota Kupang Didorong Lebih Aktif Usulkan Program Irigasi ke Pusat

Jumat, 03 Juli 2026 | Juli 03, 2026 WIB Last Updated 2026-07-03T04:46:58Z

 



KUPANG, NTT Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) didorong lebih aktif mengusulkan program pembangunan irigasi kepada pemerintah pusat agar semakin banyak infrastruktur sumber daya air yang dapat direalisasikan di Kota Kupang. Balai Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II menegaskan, peluang memperoleh dukungan program dari pemerintah pusat terbuka lebar sepanjang usulan disampaikan sesuai mekanisme yang berlaku.


Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala BBWS Nusa Tenggara II, Frengky Welkis, saat diwawancarai di Kupang, Jumat (3/7/2026).


Menurut Frengky, meskipun anggaran pembangunan infrastruktur sumber daya air saat ini mengalami keterbatasan, BBWS NT II tetap berupaya menjawab kebutuhan masyarakat melalui berbagai program prioritas, mulai dari normalisasi sungai hingga pembangunan jaringan irigasi.


Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah pembersihan dan normalisasi sungai sebelum memasuki musim hujan sebagai upaya memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir. Pemeliharaan juga dilakukan setelah musim hujan sebagai bagian dari menjaga fungsi sungai agar tetap optimal.


"Kami memahami itu menjadi salah satu keluhan masyarakat. Dengan keterbatasan anggaran saat ini, kami tetap berupaya agar kebutuhan tersebut bisa dipenuhi," ujar Frengky.


Selain itu, Frengky juga mengajak masyarakat tani memanfaatkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang merupakan bagian dari Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM).


Melalui program tersebut, kelompok tani yang telah berbadan hukum dapat membangun maupun merehabilitasi jaringan irigasi secara swakelola dengan pendampingan teknis dari BBWS NT II.


Menurutnya, setiap lokasi Program P3TGAI memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp195 juta hingga maksimal Rp200 juta. Dana kegiatan disalurkan langsung kepada kelompok tani sebagai pelaksana, sedangkan BBWS NT II memberikan pendampingan teknis dan administrasi agar pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi.


"Kelompok tani yang melaksanakan pekerjaannya secara langsung. Kami melakukan pendampingan teknis dan administrasi agar kualitas pekerjaan tetap terjaga," jelasnya.


Frengky menyebutkan, pada tahun 2026 terdapat tiga lokasi Program P3TGAI di Kota Kupang, yakni di Bakunase, Oelon, dan Oepura. Ia berharap semakin banyak kelompok tani memanfaatkan program tersebut karena terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan jaringan irigasi.


Sementara itu, terkait Program Percepatan Rehabilitasi, Peningkatan, Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025, Frengky menjelaskan bahwa seluruh usulan pembangunan tidak diajukan langsung oleh masyarakat, melainkan melalui Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum, menggunakan aplikasi SIPURI (Sistem Informasi Pengusulan Irigasi).


Menurutnya, pemerintah kabupaten/kota memiliki peran penting untuk mengidentifikasi kebutuhan di lapangan, melengkapi dokumen persyaratan, kemudian menginput usulan pembangunan irigasi, embung, saluran irigasi, pintu air, maupun jaringan irigasi air tanah melalui aplikasi SIPURI agar dapat diverifikasi pemerintah pusat.


"Kalau ada usulan yang belum memenuhi persyaratan, tentu dapat diperbaiki dan diajukan kembali. Kesempatannya tetap terbuka selama pemerintah daerah aktif mengusulkan sesuai mekanisme yang berlaku," katanya.


Ia menambahkan, beberapa lokasi untuk tahap pertama Program Inpres telah ditetapkan, sedangkan pelaksanaan tahap berikutnya masih menunggu keputusan pemerintah pusat.


Karena itu, Frengky berharap Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pekerjaan Umum lebih proaktif memanfaatkan aplikasi SIPURI agar semakin banyak usulan pembangunan infrastruktur sumber daya air dari Kota Kupang dapat memperoleh dukungan pemerintah pusat.


Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci percepatan pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan.


Dengan semakin banyaknya program yang terealisasi, diharapkan ketahanan pangan, produktivitas pertanian, serta kesejahteraan masyarakat di Kota Kupang dapat terus meningkat.

✒️; kl