KUPANG, NTT– Pemerintah Kota Kupang terus mendapat dukungan program revitalisasi satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Pada tahun 2025, sebanyak delapan sekolah di Kota Kupang mendapat program revitalisasi, terdiri dari enam Sekolah Dasar (SD) dan dua Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Ernest Ludji, saat menghadiri Media Briefing Kunjungan Jurnalistik Revitalisasi Pendidikan yang digelar di ASTON Kupang Hotel & Convention Center, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/7/2026).
Ernest mengatakan, pelaksanaan revitalisasi tahun 2025 secara umum telah berjalan dan diselesaikan dengan baik. Sejumlah kekurangan yang ditemukan selama pelaksanaan juga telah ditindaklanjuti dan dibenahi bersama pihak terkait.
“Delapan titik. Dari delapan sekolah itu, enam untuk jenjang SD dan dua untuk jenjang SMP. Itu untuk 2025,” kata Ernest.
Ia menjelaskan, hingga berakhirnya pelaksanaan program tahun 2025, pekerjaan revitalisasi pada sekolah-sekolah penerima manfaat dapat terlaksana dengan baik.
“Dapat kami sampaikan bahwa sampai pada akhir program itu di tahun 2025, puji Tuhan semuanya bisa terlaksana dengan baik. Walaupun ada kekurangan-kekurangan, tetapi itu sudah kami benahi bersama,” ujarnya.
Menurut Ernest, proses pembenahan dan penyelesaian program juga dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian terkait serta lembaga yang melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program.
Ernest mengungkapkan, salah satu hal menarik dari pelaksanaan revitalisasi pendidikan di Kota Kupang adalah adanya keterlibatan masyarakat, khususnya orang tua murid, dalam mendukung pembangunan fasilitas pendidikan.
Pada SDI NAIMATA yang dijadwalkan menjadi lokasi kunjungan jurnalistik pada Selasa (21/7/2026), pembangunan tidak semata-mata mengandalkan dana revitalisasi yang diberikan pemerintah pusat.
Menurut dia, terdapat dukungan dan partisipasi dari orang tua peserta didik untuk melengkapi pembangunan maupun fasilitas yang dibutuhkan sekolah.
“Yang menarik dari revitalisasi di salah satu sekolah yang besok direncanakan untuk dikunjungi, itu bukan saja dana revitalisasi dari pemerintah pusat. Orang tua murid juga telah terlibat di dalam pembangunan,” jelas Ernest.
Keterlibatan tersebut, kata dia, menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak sekolah, masyarakat dan orang tua peserta didik.
Ernest menilai pola kerja sama seperti itu menjadi nilai penting yang perlu diketahui masyarakat luas karena pembangunan pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.
“Di situ kerja samanya luar biasa antara semua pilar. Ini terjadi kolaborasi yang luar biasa bagi kami,” katanya.
Menurutnya, dukungan masyarakat menunjukkan bahwa revitalisasi sekolah bukan hanya berbicara mengenai besarnya anggaran pemerintah, tetapi juga bagaimana tumbuhnya rasa memiliki terhadap fasilitas pendidikan.
Partisipasi tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat dapat mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak.
Karena itu, Ernest menyambut baik pelaksanaan kunjungan jurnalistik yang melibatkan kementerian dan insan media untuk melihat langsung hasil revitalisasi satuan pendidikan di Kota Kupang.
Ia berharap media dapat menyampaikan kepada masyarakat kondisi sebelum dan sesudah revitalisasi, manfaat pembangunan, serta bentuk kolaborasi yang terjadi di lingkungan sekolah.
“Sudah tepat sekiranya besok bapak-ibu dari kementerian, dari Komunikasi, termasuk teman-teman media, meliput hasil dari revitalisasi,” ujarnya.
Program revitalisasi satuan pendidikan di Kota Kupang tidak berhenti pada tahun 2025.
Ernest mengungkapkan, pada tahun anggaran 2026, Kota Kupang kembali mendapatkan alokasi program revitalisasi untuk tujuh satuan pendidikan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak empat merupakan jenjang SMP dan tiga jenjang SD.
“Kemudian dapat kami sampaikan juga bahwa tahun ini kami mendapat tujuh satuan pendidikan yang akan diintervensi lewat dana revitalisasi. Ada empat SMP dan tiga SD untuk tahun anggaran ini,” ungkap Ernest.
Menurut Ernest, Pemerintah Kota Kupang memperoleh informasi bahwa masih terdapat sejumlah satuan pendidikan yang berstatus calon penerima program dan menunggu proses penetapan resmi melalui Surat Keputusan (SK).
“Kami juga masih mendapat informasi bahwa nanti dalam perjalanan ini masih ada beberapa calon penerima dari satuan pendidikan lagi yang akan ditetapkan lewat SK,” katanya.
Dengan demikian, tujuh satuan pendidikan yang telah disebutkan belum tentu menjadi jumlah akhir sekolah penerima program revitalisasi di Kota Kupang pada 2026.
Pemerintah daerah masih menunggu proses dan keputusan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait kemungkinan penambahan sasaran.
Selain SD dan SMP, program revitalisasi juga menyentuh satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Kupang.
Ernest menjelaskan bahwa dukungan revitalisasi terhadap jenjang PAUD menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan sejak jenjang pendidikan usia dini.
Berdasarkan keterangannya, pada tahun 2025 terdapat empat satuan pendidikan jenjang PAUD yang mendapat program revitalisasi.
Sementara pada tahun 2026, jumlah sasaran yang disebutkan meningkat menjadi 11 satuan pendidikan.
“Untuk tahun 2025 kami mendapat empat sekolah untuk revitalisasi jenjang pendidikan PAUD. Kemudian untuk tahun 2026 sudah ada 11 sekolah yang akan diintervensi lewat revitalisasi satuan pendidikan,” jelasnya.
Program tersebut, menurut Ernest, masih berada dalam berbagai tahapan pelaksanaan.
Ada satuan pendidikan yang prosesnya sudah mulai berjalan, sementara sebagian lainnya masih melalui tahapan administrasi dan koordinasi dengan kementerian terkait.
Karena itu, Dinas Pendidikan Kota Kupang terus melakukan koordinasi agar setiap tahapan program dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat maksimal kepada sekolah serta peserta didik.
Program revitalisasi satuan pendidikan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang lebih layak.
Revitalisasi tidak hanya diarahkan pada perbaikan fisik bangunan, tetapi diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman dan mendukung proses pembelajaran.
Bagi Kota Kupang, program tersebut dinilai penting mengingat kemampuan anggaran daerah untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan dan rehabilitasi sekolah masih terbatas.
Dukungan pemerintah pusat melalui program revitalisasi karena itu diharapkan dapat mempercepat penanganan sekolah yang membutuhkan perbaikan maupun penambahan fasilitas.
Keterlibatan masyarakat dan orang tua peserta didik juga menjadi nilai tambah karena pembangunan pendidikan tidak hanya bertumpu pada pemerintah.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, masyarakat dan orang tua diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan pembangunan pendidikan.
Ernest pun menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Kupang, khususnya Dinas Pendidikan, untuk menerima kunjungan jurnalistik ke sekolah penerima program guna melihat secara langsung hasil pembangunan.
“Dengan senang hati kami siap menerima bapak-ibu sekalian dan teman-teman media untuk besok bisa berkunjung ke sekolah kami,” tutup Ernest.
✒️: kl
