Maumere, NTT – Di saat banyak orang memilih mempertahankan apa yang dimilikinya, Suitbertus Amandus (SP2000) bersama keluarga justru mengambil langkah yang menyentuh hati.
Dengan penuh ketulusan, ia menghibahkan Mata Air "Koja" yang berada di kebun pribadinya agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Rotat yang selama puluhan tahun hidup dalam keterbatasan air bersih.
Kebaikan tersebut menjadi secercah harapan bagi warga yang selama ini harus berjuang memenuhi kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari.
Bagi masyarakat Rotat, hibah Mata Air "Koja" bukan sekadar pemberian, melainkan anugerah yang akan mengubah kehidupan banyak keluarga.
Pada Rabu, 15 Juli 2026, langkah awal menuju perubahan itu resmi dimulai melalui pemasangan sambungan pipa perdana dari Mata Air "Koja" menuju Kampung Rotat.
Kegiatan diawali dengan Ibadat Sabda yang dipimpin oleh Pastor Paroki Nita sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan serta memohon penyertaan-Nya agar seluruh proses berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Suasana haru begitu terasa ketika pipa pertama mulai dipasang. Warga menyaksikan dengan penuh sukacita, menyadari bahwa penantian panjang mereka akan air bersih akhirnya mulai menemukan jawaban.
Bagi mereka, air yang akan mengalir ke kampung bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi generasi yang akan datang.
Dalam kesempatan tersebut, keterwakilan masyarakat Kampung Rotat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Bapak Suitbertus Amandus beserta keluarga atas ketulusan hati mereka menghibahkan Mata Air "Koja" demi kepentingan masyarakat.
Mewakili seluruh warga, mereka mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan anugerah yang telah lama dinantikan. Selama puluhan tahun masyarakat hidup dalam keterbatasan air bersih, dan kini harapan itu mulai menjadi kenyataan.
"Kami tidak memiliki balasan yang sebanding dengan kebaikan Bapak Suitbertus Amandus dan keluarga. Yang dapat kami berikan hanyalah doa. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan kesehatan, umur panjang, rezeki yang berlimpah, serta kebahagiaan kepada Bapak dan keluarga.
Kebaikan ini akan selalu kami kenang dan akan terus mengalir bersama setiap tetes air yang dinikmati masyarakat Kampung Rotat," ungkap perwakilan warga dengan mata berkaca-kaca.
Kisah ini menjadi bukti bahwa kepedulian tidak selalu diukur dari besarnya harta, tetapi dari ketulusan hati untuk berbagi. Apa yang dilakukan Suitbertus Amandus beserta keluarga telah menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Kampung Rotat dan akan dikenang sebagai warisan kemanusiaan yang mengalir sepanjang waktu, sebagaimana air dari Mata Air "Koja" yang kini mulai menghidupi banyak orang.
