KUPANG, NTT – SMK Negeri (SMKN) 1 Kupang kembali membuktikan diri sebagai salah satu sekolah kejuruan favorit di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah ini tidak hanya diminati calon siswa dari berbagai kabupaten di NTT, tetapi juga menarik minat pendaftar dari luar daerah, seperti Papua dan Kalimantan.
Mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMKN 1 Kupang, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Donatus Bria, kepada News-Daring.com, Kamis (9/7/2026), mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap SMKN 1 Kupang membuat seluruh kuota penerimaan siswa baru tahun ini telah terpenuhi.
"Kalau untuk kriteria seperti yang sudah disampaikan melalui banner, kuota SMKN 1 Kupang semuanya sudah terpenuhi. Kita membutuhkan 756 siswa yang terbagi dalam 21 rombongan belajar," ujar Donatus.
Ia menjelaskan, dari total kuota tersebut terdapat 13 kuota yang tidak masuk dalam penerimaan reguler, yakni enam kuota untuk program 3T (Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar) serta tujuh siswa yang tidak naik kelas.
Menurut Donatus, program 3T telah berjalan sekitar empat tahun sebagai bentuk komitmen sekolah memberikan kesempatan kepada siswa-siswi berprestasi dari daerah terpencil di NTT untuk melanjutkan pendidikan di Kota Kupang.
"Kita menerima siswa-siswi berprestasi dari daerah 3T untuk bersekolah di Kota Kupang, termasuk di SMKN 1 Kupang," jelasnya.
Donatus mengungkapkan, tingginya animo masyarakat terhadap SMKN 1 Kupang tidak terlepas dari sistem penerimaan yang tidak menerapkan zonasi sehingga membuka kesempatan bagi calon siswa dari berbagai daerah.
"Kalau bicara peminat memang banyak karena kita nonzonasi. Bisa dikatakan sekolah ini diserbu pendaftar dari berbagai pelosok. Bahkan ada yang mendaftar dari Papua dan Kalimantan," katanya.
Ia menjelaskan, sebagian calon siswa dari luar NTT mendaftar karena mengikuti orang tua yang bekerja di Kota Kupang atau tinggal bersama keluarga.
"Ada yang ikut bapaknya, ada yang ikut mamanya bekerja di Kupang, bahkan ada yang tinggal bersama oma. Mereka mendaftar seperti calon siswa lainnya," ujarnya.
Meski demikian, jumlah siswa yang berasal dari luar NTT setiap tahun relatif kecil.
"Biasanya tidak sampai 10 persen. Rata-rata sekitar lima sampai enam orang setiap tahun, tetapi hampir selalu ada," tambahnya.
Menurut Donatus, berdasarkan hasil komunikasi dengan calon siswa dan orang tua, alasan utama memilih SMKN 1 Kupang adalah reputasi sekolah yang dinilai baik.
"Banyak yang mengatakan sekolah ini bagus, aman, bersih, dan fasilitasnya lengkap. Itu jawaban yang paling sering kami dengar saat berkomunikasi dengan calon siswa maupun orang tua," katanya.
Selain itu, tidak sedikit orang tua yang merupakan alumni SMKN 1 Kupang kembali mempercayakan pendidikan anak-anaknya di sekolah tersebut.
"Ada yang mengatakan dulu mamanya sekolah di sini, sehingga sekarang anaknya juga ingin sekolah di sini. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami," ungkap Donatus.
Saat ini SMKN 1 Kupang memiliki sekitar 2.150 siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar pada pagi hari mulai pukul 07.15 WITA hingga 15.30 WITA.
Sekolah juga didukung lima kompetensi keahlian, yaitu Akuntansi, Manajemen Perkantoran, Pemasaran, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Usaha Layanan Pariwisata.
Menurut Donatus, setiap jurusan memiliki laboratorium praktik yang memadai sehingga siswa dapat langsung mengembangkan kompetensinya sesuai bidang masing-masing.
"Setiap jurusan memiliki laboratorium sendiri dengan fasilitas praktik yang lengkap. Sarana dan prasarana pembelajaran inilah yang menjadi salah satu alasan masyarakat memilih SMKN 1 Kupang," jelasnya.
Ia berharap kepercayaan masyarakat terhadap SMKN 1 Kupang dapat terus dipertahankan melalui peningkatan mutu pendidikan, pelayanan, serta pengembangan kompetensi siswa agar siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
✒️: kl
