Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

THE POWER OF EMAK-EMAK! Keraguan Tumbang, Air Bersih Mengalir ke Rotat

Jumat, 24 Juli 2026 | Juli 24, 2026 WIB Last Updated 2026-07-24T10:49:45Z

 



Maumere, NTT, 24 Juli 2026 – Di tengah belum berfungsinya Proyek Air Minum IKK Nita sebagaimana yang diharapkan masyarakat, secercah harapan justru lahir dari semangat gotong royong warga Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita. Para emak-emak tampil sebagai garda terdepan, memikul pipa besi sepanjang enam meter melintasi medan ekstrem demi menghadirkan air bersih bagi kampung mereka.


Dengan penuh semangat, mereka berjalan sejauh kurang lebih tiga kilometer melewati tanjakan terjal, jalan berbatu, dan jalur hutan. Tanpa mengenal lelah, para emak-emak bergantian mengangkut pipa besi dan material lainnya sebagai bagian dari perjuangan mewujudkan impian masyarakat yang telah bertahun-tahun menantikan air bersih.


Perjuangan tersebut bermula ketika Suitbertus Amandus menghibahkan Mata Air Koja yang berada di kebunnya di Dusun Nilo, Desa Wuliwutik, untuk dimanfaatkan oleh masyarakat Dusun Rotat.


Di tengah banyak pihak yang pesimis dan meragukan bahwa air dari Mata Air Koja tidak mungkin mampu mengalir hingga menembus Dusun Rotat karena jarak yang cukup jauh dan medan yang sangat ekstrem, masyarakat memilih menjawab keraguan itu dengan kerja nyata.


Bersama kaum bapak dan para pemuda, para emak-emak bahu-membahu memikul pipa besi sepanjang enam meter, menembus tanjakan, bebatuan, dan jalur hutan hingga seluruh jaringan pipa berhasil dipasang.


Salah satu perwakilan emak-emak Dusun Rotat, Edita Dua Lodan, mengatakan bahwa kebutuhan akan air bersih menjadi alasan utama yang menguatkan tekad mereka untuk terus berjuang.


"Kami sangat membutuhkan air bersih. Karena itu, kami yakin dengan pertolongan Tuhan, dukungan alam, dan restu para leluhur, perjuangan ini pasti berhasil. Justru ketika banyak orang yang pesimis, kami semakin bersemangat untuk membuktikan bahwa air dari Mata Air Koja bisa mengalir sampai ke Dusun Rotat. Hari ini, puji Tuhan, perjuangan itu membuahkan hasil," ujar Edita Dua Lodan.


Keraguan yang semula muncul akhirnya terpatahkan. Air dari Mata Air Koja kini benar-benar mengalir hingga ke rumah-rumah warga Dusun Rotat.


Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong, kepedulian, dan tekad yang kuat mampu mengalahkan keterbatasan serta mewujudkan sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil.


Kisah perjuangan para emak-emak Dusun Rotat menjadi inspirasi bahwa perubahan besar tidak selalu lahir dari proyek bernilai miliaran rupiah, tetapi juga dari kebersamaan masyarakat yang saling membantu.


Berkat hibah Mata Air Koja dari kebun milik Suitbertus Amandus dan kerja keras seluruh warga, impian panjang masyarakat untuk menikmati air bersih akhirnya menjadi kenyataan.

✒️: Albert Cakramento