Maumere, NTT — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira (AHP), memastikan pelayanan terhadap pengungsi korban gempa Flores berjalan dengan baik saat mengunjungi Posko Pengungsi BAGUNA PDI Perjuangan di Jalan Wairklau, Maumere, Minggu (23/8/2026).
AHP datang bersama rombongan dan didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi pengungsi sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak bencana terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Dalam kunjungannya, AHP berdialog dengan para pengungsi dan pengelola posko. Ia memastikan warga mendapatkan makanan yang layak serta tempat pengungsian yang aman dan nyaman.
Menurut AHP, penanganan korban bencana tidak cukup hanya dengan menyalurkan bantuan. Hal yang lebih penting adalah memastikan bantuan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan dirasakan langsung oleh warga terdampak.
Perhatian tersebut, kata dia, juga harus diberikan kepada masyarakat yang memilih mengungsi secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Seluruh masyarakat yang terdampak harus mendapatkan perhatian, baik yang berada di posko maupun yang mengungsi secara mandiri,” ujar AHP.
Sementara itu, pantauan media ini menunjukkan Tim BAGUNA PDI Perjuangan telah bergerak sejak sore 15 Agustus 2026, beberapa jam setelah gempa mengguncang Flores.
Sejak saat itu, tim BAGUNA menyebar ke berbagai wilayah untuk membantu masyarakat terdampak. Bantuan tidak hanya dipusatkan di satu lokasi, tetapi didistribusikan ke berbagai titik pengungsian, termasuk warga yang memilih mengungsi secara mandiri.
Pergerakan tersebut terus berlangsung hingga Minggu (23/8/2026). Tim BAGUNA bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan bantuan.
Dalam wawancara, AHP juga menyampaikan bahwa rombongan membawa bantuan dari Jakarta berupa 3,6 ton rendang dari keluarga besar Minang.
Bantuan tersebut secara simbolik telah diserahkan di Gelora Samador. Selanjutnya, bantuan akan disalurkan ke berbagai wilayah di daratan Flores melalui koordinasi dengan BPBD, termasuk Kabupaten Sikka.
“Dari keluarga besar Minang mereka menyumbang 3,6 ton rendang. Itu nanti disalurkan untuk Flores, seluruh daratan Flores, dan diatur oleh BPBD,” jelas AHP.
Dalam kunjungannya ke sejumlah titik, AHP melihat aktivitas masyarakat mulai berangsur normal. Namun, trauma akibat gempa masih dirasakan oleh sebagian masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan pesisir.
Ia berharap kondisi tersebut perlahan membaik sehingga masyarakat kembali merasa aman, anak-anak dapat kembali bersekolah, dan para orang tua bisa kembali bekerja.
AHP juga menyampaikan rencana melanjutkan pemantauan ke wilayah barat Flores yang dinilai mengalami dampak bencana lebih parah.
“Besok lusa nanti saya ke wilayah barat karena di sana kelihatannya lebih parah dari segi dampak bencana,” katanya.
Sejak bergerak pada sore 15 Agustus 2026 hingga hari ini, BAGUNA PDI Perjuangan terus melakukan pelayanan di berbagai titik. Tim tidak hanya menunggu warga datang ke posko, tetapi juga mendatangi masyarakat yang membutuhkan bantuan, termasuk mereka yang mengungsi secara mandiri.
