Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Paulus Henuk Apresiasi Rekor MURI 220.194 Rekening SimPel, Dorong Budaya Menabung Sejak Dini

Kamis, 20 Agustus 2026 | Agustus 20, 2026 WIB Last Updated 2026-08-19T22:32:21Z

 



Rote Ndao,NTT  — Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mengapresiasi capaian pembukaan 220.194 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) yang berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung di Nusa Tenggara Timur.


Paulus Henuk menyampaikan, rangkaian kegiatannya pada 19 Agustus diawali dengan menerima jajaran Direksi Bank NTT, tim Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).


Pertemuan tersebut membahas berbagai hal berkaitan dengan inklusi dan literasi keuangan, khususnya bagaimana meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan.


Selanjutnya, Paulus menghadiri puncak peringatan Hari Indonesia Menabung yang digelar di SMA Negeri 1 Lobalain melalui kolaborasi Bank NTT dan OJK.


Menurut Paulus, pencapaian pembukaan ratusan ribu rekening SimPel tersebut merupakan hasil dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi NTT, Bank NTT dan Bank Indonesia.


“Atas dukungan Pemerintah Provinsi NTT, Bank NTT, Bank Indonesia berhasil mencetak rekor MURI dengan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) sebanyak 220.194 rekening,” ujar Paulus.


Bagi Paulus Henuk, capaian tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan pemecahan rekor MURI. Lebih jauh, gerakan tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam membangun budaya menabung sejak usia dini.


Ia menilai, kebiasaan menabung perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak sekarang agar mereka tidak hanya belajar menyisihkan uang, tetapi juga memahami cara mengelola keuangan secara bijak.


“Bagi saya, capaian ini bukan sekadar tentang rekor. Lebih dari itu, ini adalah langkah positif dalam membangun budaya menabung sejak dini,” katanya.


Menurutnya, melalui gerakan menabung, anak-anak mulai diperkenalkan dengan literasi keuangan sekaligus belajar mengambil keputusan yang lebih bijak dalam mengelola uang.


Kebiasaan sederhana tersebut, lanjut Paulus, dapat menjadi modal penting bagi generasi muda untuk mempersiapkan masa depan.


“Anak-anak tidak hanya diajarkan untuk menyisihkan uang, tetapi juga mulai mengenal literasi keuangan, belajar mengelola keuangan dengan bijak, serta mempersiapkan masa depan melalui kebiasaan kecil yang dilakukan sejak sekarang,” ujarnya.


Paulus berharap gerakan Indonesia Menabung tidak berhenti pada pencapaian rekor, tetapi terus berkembang menjadi sebuah budaya di kalangan generasi muda NTT.


Ia berharap semakin banyak anak dan pelajar memiliki kebiasaan menabung serta memahami pentingnya perencanaan keuangan sejak dini.


“Semoga gerakan menabung ini terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya generasi muda NTT yang mandiri, cerdas dalam mengelola keuangan, dan memiliki perencanaan masa depan yang lebih baik,” kata Paulus.


Ia menegaskan bahwa literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.


Dengan semakin dikenalkannya budaya menabung sejak usia sekolah, diharapkan generasi muda NTT dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bertanggung jawab.

✒️: kl