Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Paulus Henuk Buka Rote Mengajar 2026, Dorong Relawan Hadir Menginspirasi Anak Rote

Minggu, 23 Agustus 2026 | Agustus 23, 2026 WIB Last Updated 2026-08-23T14:31:59Z

 



Rote Ndao, NTT — Bupati Rote Ndao Paulus Henuk secara resmi membuka kegiatan Rote Mengajar Tahun 2026, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pelepasan para relawan untuk menuju lokasi pengabdian masing-masing.


Rote Mengajar 2026 menjadi ruang bagi para relawan dari Nusa Tenggara Timur maupun luar NTT untuk hadir, berbagi pengalaman, pengetahuan, ide, gagasan, dan inspirasi kepada anak-anak di Kabupaten Rote Ndao.


Dalam sambutannya, Paulus Henuk mengawali pesan dengan ungkapan khas Rote:


«“Mai fali e. Mai fali e. Mama hala ita fali ee.”»


Ungkapan tersebut dimaknai sebagai sebuah panggilan dari Rote yang mengajak setiap orang untuk kembali, hadir, dan mengambil bagian dalam membangun Rote Ndao.


Menurut Paulus, semangat untuk kembali dan berkontribusi itulah yang tercermin dalam pelaksanaan Rote Mengajar 2026.


Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang memilih hadir di Rote Ndao. Para relawan tidak hanya berasal dari NTT, tetapi juga datang dari luar NTT dengan membawa pengalaman dan inspirasi untuk dibagikan kepada anak-anak Rote.


Paulus mengatakan, menyiapkan masa depan dan harapan anak-anak tidak hanya dapat dilakukan melalui pembelajaran formal di sekolah bersama para guru.


Menurutnya, terdapat ruang-ruang pembelajaran lain yang tidak kalah penting, seperti mengenal berbagai pengalaman, melihat beragam profesi, mendengarkan kisah perjalanan hidup, serta mendapatkan inspirasi dari orang-orang yang hadir langsung di tengah masyarakat.


Pengalaman tersebut, kata Paulus, dapat membantu anak-anak memiliki lebih banyak referensi mengenai cita-cita dan masa depan mereka.


“Dari sana, anak-anak memiliki lebih banyak referensi tentang cita-cita dan semakin percaya bahwa mereka juga mampu mencapai apa yang mereka impikan,” ujarnya.


Paulus menilai kehadiran para relawan dalam Rote Mengajar tidak sekadar membawa pengetahuan bagi anak-anak. Lebih dari itu, para relawan diharapkan mampu menanamkan keyakinan dan motivasi bahwa anak-anak Rote memiliki masa depan yang besar.


Ia optimistis dari generasi muda Rote Ndao akan lahir pemimpin-pemimpin hebat yang mampu membawa nama Rote Ndao, NTT, bahkan Indonesia.


«“Saya percaya, apa yang dibawa oleh para relawan bukan sekadar pengetahuan, tetapi juga keyakinan dan motivasi bahwa anak-anak Rote memiliki masa depan yang besar dan kelak akan lahir pemimpin-pemimpin hebat yang membawa nama Rote Ndao, NTT, bahkan Indonesia,” ungkap Paulus.»


Karena itu, ia melihat Rote Mengajar sebagai bagian dari proses bersama dalam mempersiapkan generasi masa depan.


“Saya percaya, kita semua sedang mengambil bagian dalam mempersiapkan lahirnya generasi itu,” katanya.


Rote Mengajar 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan sumber daya manusia di Rote Ndao.


Melalui kehadiran para relawan, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang dan pengalaman. Interaksi tersebut diharapkan membuka wawasan sekaligus menumbuhkan keberanian anak-anak untuk bermimpi lebih tinggi.


Bupati Paulus Henuk pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan yang telah memilih kembali dan hadir untuk berbagi dengan anak-anak Rote.


Semangat tersebut terangkum dalam pesan sederhana yang disampaikannya: kembali ke Rote, hadir untuk Rote, dan mengambil bagian dalam membangun masa depan Rote Ndao.

✒️: kl